FIFA Tegas Soal Pemalsuan Dokumen : Tak Bisa Ditoleransi!

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAFIFA secra tegas menjatuhi Timnas Malaysia sanksi akibat skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasinya. FIFA menegaskan masalah tersebut adalah hal yang tidak bisa ditoleransi.

Seperti yang telah diketahui bersama, hasil investigasi FIFA mengenai data asal usul tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia sampai saat ini masih menjadi buah bibir.

FIFA menerbitkan rilis hasil investigasinya pada Senin (6/10) lalu. Hasilnya, ternyata tidak ada garis keturunan malaysia dari tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya tersebut.

Ada pun tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia tersebut yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

Investigasi FIFA itu dilakukan langsung di kantor catatan sipil masing-masing negara pemain terkait, mulai dari Spanyol, Argentina hingga Brasil.

FIFA sendiri telah menjatuhi sanksi kepada Timnas Malaysia berupa denda yang harus dibayar, dalam hal ini oleh Federasi Sepakbola Malaysia alias FAM sebesar 350 ribu Swiss Franc atau sekitar Rp 7,3 miliar.

- Advertisement -

Kemudian FIFA juga menjatuhi sanksi kepada tujuh pemain itu sebesar 2000 Swiss Franc atau sekitar Rp 41 juta plus hukuman larangan beraktivitas di dunia sepakbola selama 12 bulan alias satu tahun.

Hal itu sekaligus menegaskan bahwa FIFA tidak asal-asalan menjatuhkan sanksi, sebab FIFA menanggap bahwa masalah pemalsuan dokumen pemain merupakan hal yang serius.

“Sanksi yang dijatuhkan tidak soal pelanggaran, tetapi juga berfungsi sebagai tindakan pencegahan dan edukasi yang kuat bagi para pemain yang terlibat dan komunitas sepak bola yang lebih luas. Ini menegaskan kembali sikap tanpa toleransi FIFA terhadap perilaku curang,” tulis pernyataan FIFA, seperti dikutip Holopis.com.

“Komite menggarisbawahi bahwa menyajikan dokumen palsu dengan tujuan mendapatkan kelayakan untuk bermain bagi tim nasional merupakan, murni dan sederhana, suatu bentuk kecurangan, yang sama sekali tidak dapat ditoleransi. Perilaku semacam itu mengikis kepercayaan terhadap keadilan kompetisi dan membahayakan esensi sepak bola sebagai aktivitas yang didasarkan pada kejujuran dan transparansi.”

Kini, Malaysia sendiri tinggal menunggu waktu putusan final dari FIFA.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Achmad Husin Alifiah
Achmad Husin Alifiah
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU