SUMEDANG – Selama sepuluh hari, mulai dari 19 hingga 28 September 2025, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bertransformasi menjadi magnet dunia. Bukan hanya karena keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga berkat Festival Pesona Jatigede 2025 yang sukses memadukan adrenalin tingkat dunia dengan kekayaan budaya lokal yang inklusif.
Mengusung tema besar “From Land to Culture: Jatigede for the World,” festival ini membuktikan bahwa potensi daerah dapat melejit ke kancah global. Puncak kegembiraan festival terjadi di udara, di mana West Java Paragliding World Championship 2025 di Batudua Gunung Lingga menjadi saksi sejarah.
Sekretaris Utama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) Dessy Ruhati menyebut momen ini sebagai pembuktian. “Hari ini langit Sumedang menjadi saksi sejarah. Para pilot dari seluruh dunia unjuk skill, sportivitas, dan keberanian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa kejuaraan internasional ini tak hanya berfungsi sebagai ajang olahraga, tetapi juga magnet wisata internasional sekaligus ajang pembuktian bahwa Sumedang mampu bersaing ke kancah dunia melalui sport tourism dan ekonomi kreatif.
Namun, energi yang paling mengharukan justru datang dari panggung seni. Di tengah hingar bingar kejuaraan, Sumedang Creative Festival (SCF) 2025 menyajikan pertunjukan yang menembus batas yaitu Tari Ronggeng Sadunya.
Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekraf Dadam Mahdar menjelaskan bahwa pertunjukan ini melibatkan ratusan anak usia pelajar, termasuk pelajar dengan kebutuhan khusus. Aksi kolosal yang diiringi sinden khas Pasundan ini tak hanya menampilkan keindahan gerak dan kekompakan luar biasa, tetapi juga membawa pesan kuat tentang inklusivitas.
“Ini menjadi contoh nyata inklusivitas dalam seni dan budaya, serta membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkontribusi dan mengekspresikan diri melalui seni,” tegas Dadam.
Seluruh rangkaian acara, mulai dari pameran kerajinan tangan artistik, kuliner khas, hingga penampilan seni kolosal seperti Tari Umbul Kolosal dengan 500 penari, menjadi etalase bagi ekonomi kreatif Sumedang.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan komitmen menjadikan Festival Pesona Jatigede sebagai agenda tahunan. “Festival Pesona Jatigede dijadikan agenda tahunan dan sebagai bentuk ikhtiar yang bisa menggerakkan ekonomi dan insya allah akan mensejahterakan masyarakat,” tuturnya.
Dengan perpaduan sempurna antara sport tourism, kreativitas, dan pesan kemanusiaan yang mendalam, Jatigede telah menetapkan standar baru untuk festival daerah: sebuah perayaan yang tidak hanya indah di mata, tetapi juga kaya di hati dan dompet rakyat.

