JAKARTA – Indonesia kembali menancapkan perannya di panggung dunia. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa kini menjadi representasi bangsa dalam G20 Tourism Ministers’ Meeting di Mpumalanga, Afrika Selatan.
Kehadiran ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti nyata komitmen Indonesia untuk berkolaborasi dan mendorong pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak bagi seluruh masyarakat global.
Wamenpar Ni Luh Puspa menyampaikan, Indonesia secara aktif berupaya menjembatani kepentingan negara maju dan berkembang. Ia menegaskan, forum G20 menjadi platform strategis untuk mempromosikan dialog dan solusi yang setara bagi isu-isu ekonomi dan sosial global, khususnya di sektor pariwisata.
“Indonesia berkomitmen penuh mendukung pengembangan pariwisata bersama negara-negara G20,” ujarnya.
Pertemuan ini berfokus pada empat isu prioritas yang menjadi cetak biru masa depan pariwisata yaitu:
1. People-Centered AI and Innovation for Startups: Mendorong pemanfaatan teknologi AI yang berpusat pada manusia dan inovasi bagi para pelaku startup.
2. Tourism Financing and Investment for Equality and Sustainability: Mencari solusi pembiayaan pariwisata yang adil dan berkelanjutan.
3. Air Connectivity for Seamless Travel: Meningkatkan konektivitas udara untuk perjalanan yang lebih lancar.
4. Enhanced Resilience for Inclusive, Sustainable Tourism: Memperkuat ketahanan pariwisata demi keberlanjutan dan inklusivitas.
Selain berperan aktif dalam diskusi, Wamenpar juga dijadwalkan mengadakan serangkaian pertemuan bilateral dengan menteri dari negara-negara sahabat. Momen ini akan dimanfaatkan untuk memaparkan perkembangan terkini pariwisata Indonesia dan menjajaki potensi kerja sama yang saling menguntungkan.
Melalui langkah strategis ini, Indonesia membuktikan bahwa pariwisata bukan hanya tentang kunjungan wisata, melainkan juga tentang diplomasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan global.


