JAKARTA – Aroma rempah otentik dan gemuruh percakapan yang hidup menyambut para pengunjung MATTA Fair 2025. Namun, ini bukanlah sekadar pameran, melainkan sebuah gerbang ke jantung kuliner dan gaya hidup urban Indonesia. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara cerdik memanfaatkan kecintaan wisatawan Malaysia pada masakan Minang dengan membawa konsep “Rumah Makan Padang” ke salah satu pameran pariwisata terbesar di Negeri Jiran.
Strategi ini bukan tanpa alasan. Menurut Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, pendekatan ini sengaja dipilih untuk menjaring wisatawan berusia 22 hingga 40 tahun yang gemar mengeksplorasi kuliner dan gaya hidup. Dengan tema “Wonderful Short Escape,” Paviliun Wonderful Indonesia di MITEC KL, Level 3, disulap menjadi etalase budaya pop dan urban lifestyle yang segar.
Pengalaman Berwisata yang Tak Biasa Paviliun Indonesia tak hanya sekedar memajang brosur. Pengunjung diajak berinteraksi dengan kampanye #GoBeyondOrdinary yang mengajak mereka untuk merasakan langsung kekayaan budaya, tak hanya sekedar melihat destinasi. Di sini, wisatawan bisa menguji pengetahuan mereka tentang “bahasa gaul” Indonesia dalam sebuah permainan interaktif, merasakan kopi spesial dari Saturdays Coffee, atau mencoba jamu tradisional dalam kemasan modern hasil kolaborasi dengan Acaraki.
Kampanye ini berfokus pada tiga pilar Quality Tourism: Wellness (kesehatan), Marine (wisata bahari), dan Gastronomy (kuliner). Ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menawarkan pengalaman yang autentik dan berkelanjutan.
“Rumah Makan Padang” sebagai Kekuatan Diplomasi Meskipun jumlah wisatawan Malaysia ke Indonesia sudah mencapai 1,2 juta orang hingga Juni 2025, yang merupakan 47,7% dari total target, angka ini masih di bawah Thailand. Made Marthini berharap, upaya promosi yang lebih gencar dan kreatif ini bisa menginspirasi wisatawan Malaysia untuk memperpanjang masa tinggal mereka, tidak hanya sekedar kunjungan akhir pekan.
Di luar pameran, Indonesia juga mempererat hubungan dengan industri pariwisata Malaysia. Acara networking lunch yang didukung KBRI Kuala Lumpur menjadi momen penting untuk mengapresiasi pihak-pihak yang telah mendukung pariwisata Indonesia, termasuk Betawi Indonesian Cuisine Restaurant yang dianggap telah menjadi bagian dari diplomasi soft power Indonesia melalui kuliner.
Partisipasi Kemenpar di MATTA Fair 2025 ini membuktikan bahwa strategi pariwisata kini semakin bergeser dari sekadar promosi destinasi, menjadi penciptaan pengalaman yang tak terlupakan, dimulai dari citarasa kuliner hingga nuansa gaya hidup.


