JAKARTA – Nama Timo Tjahjanto kini semakin harum di kancah perfilman internasional setelah dipercaya menggarap Nobody 2, film aksi Hollywood yang dibintangi Bob Odenkirk.
Sebelumnya, Timo dikenal lewat karya-karya horor dan aksi yang memukau penonton, baik di Indonesia maupun mancanegara. Dengan gaya penyutradaraan brutal, intens, namun artistik, Timo berhasil menembus industri film global dan membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.
Berikut ini perjalanan karir seorang Timo dari mengharumkan nama bangsa, hingga berhasil menaklukkan Hollywood.
1. Awal Karier Bersama The Mo Brothers
Perjalanan Timo dimulai saat berkolaborasi dengan Kimo Stamboel membentuk duo The Mo Brothers. Mereka meraih perhatian internasional lewat Macabre (Rumah Dara, 2009) yang diadaptasi dari film pendek Dara (2007). Film horor slasher ini sukses di berbagai festival, membawa nama Timo dan Kimo masuk radar perfilman dunia.
2. Eksperimen di Antologi Horor
Timo kemudian terlibat dalam proyek horor internasional seperti The ABCs of Death (2012) dan V/H/S/2 (2013) lewat segmen Safe Haven yang ia garap bersama Gareth Evans (The Raid). Segmen ini mendapat banyak pujian dan menjadi salah satu favorit penonton festival Sundance.
3. Kolaborasi Aksi dan Horor
Pada 2014, The Mo Brothers meluncurkan Killers, sebuah horor-thriller Jepang–Indonesia yang tayang perdana di Sundance. Sukses ini disusul Headshot (2016) yang menampilkan aksi brutal Iko Uwais bersama Chelsea Islan. Kedua film ini mempertegas reputasi Timo sebagai pembuat film aksi-horor dengan koreografi pertarungan memukau.
4. Karier Solo dan Kesuksesan Internasional
Tahun 2018 menjadi titik penting ketika Timo merilis May the Devil Take You, debut penyutradaraan solonya di genre horor supernatural. Di tahun yang sama, ia merilis The Night Comes for Us, aksi laga berdarah yang menjadi film orisinal Netflix pertama dari Indonesia. Film ini memikat kritikus dunia dengan rating tinggi di Rotten Tomatoes.
5. Sekuel, Proyek Besar, dan Hollywood
Timo kembali dengan May the Devil Take You Too (2020), lalu diumumkan menggarap berbagai proyek besar: remake Train to Busan, reboot Under Siege, film Netflix The Shadow Strays, dan akhirnya Nobody 2. Ia juga dipercaya untuk menyutradarai sekuel The Beekeeper.
Melihat rekam jejak yang memadukan horor, aksi, dan atmosfer sinematik yang khas, Timo Tjahjanto menjadi salah satu sineas Asia yang paling diperhitungkan di Hollywood. Kira-kira gebrakan apa lagi yang akan ia bawa ke layar lebar?


