JAKARTA – Bos Tesla dan SpaceX Elon Musk pada Sabtu (5/7) mengagetkan dunia politik Amerika Serikat setelah mengumumkan akan membuat partai politik baru di AS. Hal itu ia klaim karena demi memberikan kebebasan untuk masyarakat Amerika. Elon Musk pun memberikan nama partai itu Partai Amerika atau American Party.
“Partai Amerika dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda,” kata Elon Musk, dikutip Holopis.com, Minggu (6/7).
Hal ini nekat dilakukan oleh pria terkaya di dunia itu menyusul sebuah jajak pendapat daring yang ia luncurkan awal pekan ini yang menunjukkan dukungan kuat terhadap kekuatan politik baru.
“Hari Kemerdekaan adalah waktu yang tepat untuk bertanya apakah Anda menginginkan kemerdekaan dari sistem dua partai (beberapa orang menyebutnya sistem satu partai),” tulis Musk dalam unggahan pada Jumat (4/7) silam.
Ia kemudian mengklaim bahwa jajak pendapat tersebut. Lebih dari 65 persen dari 1,2 juta responden mendukung gagasan itu.
Menanggapi hasil tersebut Elon Musk kemudian mengambil kesimpulan bahwa masyarakat Amerika Serikat sudah menginginkan partai baru selain Partai Republik dan Partai Demokrat yang berjanji untuk menghantam pemborosan dan korupsi di Amerika Serikat.
“Dengan faktor dua banding satu, Anda menginginkan partai politik baru dan Anda akan mendapatkannya! Ketika menyangkut soal membangkrutkan negara dengan pemborosan dan korupsi, kita hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi,” tulisnya.
Elon Musk mengatakan Partai Amerika akan fokus secara tajam pada dua atau tiga kursi Senat dan delapan hingga 10 distrik DPR, sebuah strategi yang dia yakini dapat mengubah kendali di Kongres yang terbagi tipis.
Namun, para pakar hukum pemilu menyebut bahwa ada hambatan kuat bagi partai baru untuk masuk. Di California, penyelenggara harus mendaftarkan sekitar 75.000 anggota atau mengumpulkan 1,1 juta tanda tangan agar bisa tampil di surat suara.
Para ahli strategi politik menyebutkan bahwa pengumuman Musk mungkin lebih ditujukan untuk memberi tekanan pada para pembuat undang-undang daripada membentuk partai ketiga yang bertahan lama. Langkah ini dilakukan setelah pengesahan One Big Beautiful Bill oleh Presiden Donald Trump, yang memangkas insentif kendaraan listrik dan meningkatkan belanja federal, kebijakan yang ditentang oleh Musk, karena perusahaannya, Tesla, mendapatkan manfaat dari subsidi kendaraan listrik.
Para analis sejauh ini berkesimpulan bahwa Donald Musk tampaknya lebih merupakan taktik tawar-menawar tingkat tinggi daripada awal dari perombakan besar dalam sistem perpolitikan Amerika Serikat.


