JAKARTA – Kepala BNPB Letjen Suharyanto mendatangi masyarakat Kota Bengkulu yang terdampak bencana gempa 6,3 Magnitudo beberapa waktu lalu pada Senin (26/5).
Dalam kunjungan ke lokasi terdampak paling parah di Perumahan Rafflesia Asri, Betungan, Kota Bengkulu, Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan mereka sendirian dan berlarut-larut dalam kemalangan pascagempa.
Kepada warga yang rumahnya masuk dalam kategori rusak berat, Kepala BNPB mengatakan bahwa pemerintah pusat melalui BNPB akan memberikan dana stimulan sebesar 60 juta rupiah. Kemudian untuk rusak sedang sebesar 30 juta dan rusak ringan sebesar 15 juta.
Dana stimulan itu akan diberikan melalui dua atau tiga tahapan yang mana pada penggunaannya hanya boleh digunakan untuk hal-hal yang terkait pembangunan atau perbaikan hunian.
“Pemerintah pusat nanti akan memberikan dana stimulan. Tapi saya berpesan. Tidak boleh dipakai selain untuk keperluan pembangunan atau perbaikan rumah. Tolong kerja samanya yang baik,” kata Suharyanto dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.
“Untuk dana stimulan nanti proses pencairan 40% baru dilunasi. Skemanya bisa dua tahap atau tiga tahap. Kenapa begitu, biar dana itu tidak dipakai untuk beli yang bukan peruntukannya. Misal beli motor. Itu tidak boleh,” jelasnya.
Di samping itu, Suharyanto juga mengatakan bahwa pemerintah juga akan menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar 600 ribu rupiah per bulan. DTH ini diberikan kepada warga untuk menyewa tempat tinggal sementara atau biaya lain yang masih berhubungan selama rumah mereka diperbaiki atau dibangun kembali.
“Kalau rumahnya rusak berat, ibu tenang saja. saja. Nanti yang membangun pemerintah. Nah, selama ibu menunggu rumah jadi, maka kami akan memberikan dana tunggu hunian sebesar 600 ribu selama tiga bulan untuk sewa rumah,” terangnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...