JAKARTA – Bencana banjir hingga saat ini masih merendam sejumlah rumah warga yang ada di Kota Bandar Lampung dan sejumlah wilayah lainnya di Provinsi Lampung.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir yang melanda Bandar Lampung menyebabkan setidaknya sebanyak 2.371 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
“Ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 150 sentimeter,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya pada Selasda (22/4).
Abdul menyebut BPBD Provinsi Lampung mengerahkan satu unit mobil dapur umum lapangan guna memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi.
Banjir tersebut diketahui menyebabkan tiga warga meninggal dunia akibat terseret arus banjir. Ketiganya merupakan warga Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, atas nama Piyan (15), Diding (45), dan Kunawati (59).
Berdasarkan laporan yang dihimpun BPBD Provinsi Lampung, selain Kota Bandar Lampung, banjir juga terjadi di beberapa titik di Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Lampung Selatan.
Banjir di Kabupaten Pesawaran berdampak pada tiga kecamatan dan 12 desa. Banjir tersebut menyebabkan sebanyak 774 KK terdampak dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30 hingga 80 sentimeter.
“Selain itu terdapat dua tanggul dan satu ruas jalan terdampak, serta satu jembatan rusak berat,” tukasnya.
Sementara di Kabupaten Pringsewu tercatat empat desa di tiga kecamatan terdampak antara lain Desa Tanjung Rusia Kecamatan Pardasuka, Desa Pardasuka Timur Kecamatan Pardasuka, Desa Ambarawa Timur Kecamatan Ambarawa dan Desa Sidoharjo Kecamatan Pringsewu dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 50 sentimeter.
Tiga kecamatan terdampak, antara lain Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Cukuh Balak Pekon Doh dan Pugung. Di Kecamatan Pugung terdapat 74 unit rumah terendam, tiga unit rumah rusak berat, dan tiga KK mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Terakhir dari Kabupaten Lampung Selatan dilaporkan tiga kecamatan terdampak banjir yakni Kecamatan Kalianda, Penengahan dan Tanjung Bintang.
Kondisi terkini disampaikan Abdul menyebut bahwa banjir berangsur surut, warga dibantu BPBD dan Damkar melakukan pembersihan sisa banjir. Beberapa keluarga yang mengungsi secara mandiri juga telah kembali ke rumah masing-masing.



