JAKARTA – Perdana Menteri Kanada Mark Carney bereaksi atas kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penentuan tarif masuk.
Mark Carney menyebut pihaknya tidak segan bertindak dan melakukan perlawanan atas tarif kendaraan yang diberlakukan Donald Trump.
“Dalam sebuah krisis, penting untuk bersatu dan bertindak dengan tujuan serta kekuatan,” kata Carney dalam pernyataan resminya pada Kamis (3/4).
Carney mengakui bahwa sejumlah sektor-sektor strategis Kanada saat ini tengah menghadapi potensi ancaman dari kebijakan yang akan segera diberlakukan pemerintah AS.
Selain itu, Carney mengungkapkan bahwa pihaknya berencana berbicara dengan para kepala pemerintahan provinsi dan teritorial pada Kamis (3/4) pagi waktu setempat.
Dimana pihaknya akan membahas secara terperinci mengenai tindakan balasan untuk kemudian segera disampaikan kepada publik.
Sebelumnya diberitakan, dalam pengumuman pada Rabu (2/4), Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menetapkan tarif sedikitnya 10 persen untuk berbagai negara di seluruh dunia. Namun, Indonesia terkena dampak lebih besar dengan kenaikan tarif hingga 32 persen.
Menurut unggahan resmi Gedung Putih, Indonesia menempati urutan ke delapan dalam daftar negara yang terkena kenaikan tarif tertinggi.
Secara keseluruhan, sekitar 60 negara akan dikenai tarif timbal balik, dengan besaran setengah dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS.
Indonesia bukan satu-satunya negara Asia Tenggara yang terkena dampak. Malaysia dikenai tarif 24 persen, Kamboja 49 persen, Vietnam 46 persen, dan Thailand 36 persen.
Langkah agresif ini diumumkan dalam acara bertajuk “Make America Wealthy Again” di Rose Garden, Gedung Putih. Trump menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi warga Amerika.
“Kami telah dirugikan oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang tidak adil. Hari ini adalah ‘Hari Pembebasan’ bagi Amerika,” ujar Trump dengan penuh keyakinan.


