BerandaNewsRagamUpdate Situasi dan Penanganan Bencana di Sejumlah Wilayah di Indonesia pada 30...

Update Situasi dan Penanganan Bencana di Sejumlah Wilayah di Indonesia pada 30 Maret 2025

0 Shares

JAKARTA – Sejumlah bencana alam masih menghantui sejumlah wilayah di Indonesia sejak beberapa hari yang lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, mulai dari Provinsi Jawa Tengah, hujan lebat menyebabkan Anak Sungai Karangwaru meluap dan merendam Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.

“Seluas lima hektar lahan dan satu akses jalan terdampak banjir dengan tinggi muka air mencapai 50 sentimeter,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (30/3).

Abdul pun memastikan bahwa banjir berangsur surut namun wilayah terdampak masih diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Kondisi berikutnya, hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah Kabupaten Klaten. Peristiwa ini menyebabkan banjir di lima kecamatan.

“Satu unit rumah rusak ringan; satu jembatan rusak sedang; satu pohon tumbang; dua tiang jaringan telkom, dua baliho dan satu tiang penunjuk jalan roboh; serta 26 unit rumah dan empat akses jalan terdampak kejadian ini,” jelasnya.

Abdul pun menyebut bahwa genangan air masih ada di beberapa titik serta BPBD Kabupaten Klaten dan tim gabungan telah melakukan penanganan pohon tumbang dan baliho yang roboh.

Kondisi hujan deras selama kurang lebih 10 jam juga melanda Kabupaten Karanganyar hingga menyebabkan tanah longsor di empat kecamatan.

Tercatat sebanyak sembilan unit rumah, satu garasi dan kandang ternak terdampak. BPBD Kabupaten Karanganyar melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan lintas lembaga terkait dalam rangka pembersihan material longsor.

Selain itu, hujan lebat menyebabkan meluapnya sungai dan memicu tanggul jebol sehingga banjir merendam enam kecamatan di Kabupaten Purworejo.

Tercatat sebanyak 50 jiwa mengungsi, 486 unit rumah dan 1.614 jiwa terdampak kejadian ini. BPBD Kabupaten Purworejo mendistribusikan bantuan logistik, mendirikan dapur umum serta berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Banjir yang disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang selama kurang lebih 11 jam melanda empat kecamatan di Kabupaten Kebumen.

“Sebanyak 30 unit rumah terdampak dan enam tanggul jebol akibat banjir dengan tinggi muka air mencapai 100 sentimeter. Namun, banjir berangsur surut,” tukasnya.

Beralih ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, hujan lebat yang melanda Kabupaten Bantul pada Jumat (28/3) menyebabkan pergerakan tanah yang mengancam rumah warga, jalan dan talud di tujuh kecamatan.

“Akibat banjir, tercatat 11 unit rumah, 11 titik akses jalan, dan tujuh talud terdampak serta lima unit rumah terancam. Selain itu, hujan deras turut menyebabkan banjir di 11 kecamatan,” bebernya.

Selain itu, 448 unit rumah, dua fasilitas umum, delapan unit sekolah dan satu fasilitas ibadah terdampak. Sebanyak enam unit rumah rusak ringan, satu jembatan dan lima talud mengalami kerusakan.

Abdul menyebut terdapat satu jiwa luka sedang dan satu jiwa mengalami hipotermia. BPBD Kabupaten Bantul melakukan evakuasi warga terdampak dan terpatau banjir berangsur surut.

Banjir yang disebabkan oleh hujan deras disertai petir dan angin kencang juga melanda 11 kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul, Jumat (28/3). BPBD Kabupaten Gunung Kidul mencatat sebanyak 84 unit rumah, dua jembatan dan fasilitas ibadah, empat kolam ikan dan dua unit rumah makan terdampak banjir.

Peristiwa serupa terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Banjir merendam lima kecamatan dan memaksa 108 jiwa mengungsi. BPBD Kabupaten Kulon Progo melaporkan satu unit rumah rusak ringan, 178 unit rumah, dua fasilitas ibadah, satu fasilitas umum, tiga akses jalan dan lahan pertanian terdampak.

Selanjutnya di Provinsi Jawa Timur, hujan lebat yang memicu Sungai Gembong dan Petung meluap menyebabkan banjir di Kecamatan Panggungrejo dan Bugul Kidul serta banjir akibat hujan deras terjadi di empat kecamatan lainnya di Kabupaten Pasuruan.

Sebanyak 1.658 unit rumah terdampak peristiwa ini. BPBD Kabupaten Pasuruan bersama BPBD Provinsi Jawa Timur mendistribusikan bantuan logistik dan paket kebersihan kepada masyarakat terdampak.

Hujan deras di wilayah hulu Sungai Bengawan Madiun menyebabkan banjir di lima kecamatan di Kabupaten Madiun, Jumat (28/3). Sebanyak 644 unit rumah dan 93 hektar lahan sawah terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar 20 sampai 40 sentimeter. Saat ini banjir berangsur surut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA