Senin, 17 Juni 2024
BerandaOtoteknoTeknoBos Perusahaan Teknologi Kumpul Bahas Dampak Buruk AI

Bos Perusahaan Teknologi Kumpul Bahas Dampak Buruk AI

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah pimpinan perusahaan teknologi besar di dunia, berkumpul di gedung Kongres Amerika Serikat (AS), pada Rabu (13/9). Pertemuan yang berlangsung di Capitol Hill ini, dilakukan sebelum adanya perumusan regulasi tentang Artificial Intelligence (AI) di negara Paman Sam itu.

Jangan Lupa Berkurban !Cari Hewan Kurban Kuy Bareng Holopis.com

Mereka yang datang antara lain, CEO Tesla Elon Musk, CEO Meta Platform Mark Zuckerberg, CEO Google Sundar Pichai, mantan CEO Microsoft Bill Gates, CEO ChatGPT Sam Altman.

Tujuan Kongres AS mengumpulkan para bos perusahaan teknologi itu, karena ada kekhawatiran dampak buruk dari keberadaan AI tersebut. Oleh sebab itu, mereka ingin merumuskan langkah mitigasi untuk menghindari dampak buruk dari AI.

Kongres AI menilai bahwa regulasi AI dapat dimulai dengan keberadaan standar penggunaan AI yang ditetapkan oleh perusahaan-perusahaan di Amerika. Pemerintah akan membantu langkah yang nantinya ditetapkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

- Advertisement -

“Kali ini kami harus benar-benar memberi atensi pada masalah AI karena ini merupakan masalah signifikan yang dihadapi generasi berikutnya,” ujar Senator Partai Demokrat AS, Chuck Schumer dalam sebuah keterangan yang dikutip Holopis.com, Jumat (15/9).

Dalam pertemuan yang juga diinisiasi oleh Chuck Schumer, CEO Meta Platform, Mark Zuckerberg menyatakan pada Kongres AS bahwa AI memang seharusnya didukung oleh sistem keamanan dan inovasi lainnya untuk menjaga keseimbangan.

“Pemerintah sudah seharusnya terlibat dalam hal ini, mendukung inovasi serta memberi perlindungan di ranah AI adalah langkah penting untuk menjaga keseimbangan,” ungkap Mark Zuckerberg.

Sementara itu, CEO Tesla yang juga pemilik dari platform media sosial X, Elon Musk juga berpendapat bahwa keberadaan regulasi tentang AI sangat dibutuhkan. Nantinya, regulasi juga harus berfokus pada keamanan dalam penggunaan AI.

“Sangat penting untuk kita memiliki ‘wasit’ dalam hal ini, langkah ini seharusnya diambil perusahaan-perusahaan demi alasan keamanan,” ungkap Musk.

Elon Musk menilai pertemuan ini sebagai langkahnya untuk melayani kemanusiaan dan menjadi pijakan sejarah yang penting untuk masa depan peradaban.

“Langkah ini sebagai layanan untuk kemanusiaan, mungkin nanti akan menjadi sejarah karena langkah ini sangat penting bagi masa depan peradaban,” tambah Musk.

Temukan kami juga di Google News
BERITA LAINNYA

Video Call WhatsApp Makin Mirip Zoom dan Google Meet

Ada yang baru dari fitur video call atau panggilan video WhatsApp, yang hadir untuk semua perangkat. Salah satu update terbarunya, yakni fitur baru bernama Speaker Spotlight.

Ini Syarat Rasakan Kecanggihan Apple Intelligence

Apple mengumumkan kehadiran Apple Intelligence, dalam gelaran WWDC 2024 (Worldwide Developers Conference). Sayangnya, para pengguna Apple harus bersabar untuk bisa menggunakannya.

Walau Kominfo Sudah “Tebas” 2,1 Juta Situs Judol, Budi Arie Belum Puas

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memutus akses lebih dari 2,1 juta situs judi online. Untuk mengakomodir laporan masyarakat pihaknya berencana akan mengambil langkah lanjut lintas sektoral.
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 - 2029

HOLOPIS FEEDS