Kepala BNPB Sindir Penyedia Jasa Helikopter Raup Cuan Banyak dari Karhutla

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan biaya yang sangat besar.

Terlebih ketika penanganan karhutla tersebut sampai harus melibatkan helikopter untuk melakukan water bombing ke area titik api. Dalam kondisi itu, Suharyanto pun menyindir besarnya untung yang didapat penyedia jasa helikopter tersebut.

“Doanya Kepala BNPB dengan doanya pengusaha helikopter itu bertolak belakang. Kita harapannya supaya datang hujan tidak ada kebakaran. Mereka berharap sebaliknya supaya jam terbangnya tambah,” kata Suharyanto dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (9/9).

Seperti pada saat penanganan karhutla di Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur, Suharyanto menyampaikan bahwa penyedia jasa sangat senang apabila helikopter terbang, justru sebaliknya dengan Suharyanto.

“Sekali helikopter start engine, berarti argometer juga berjalan. Artinya ada biaya besar yang harus dibayarkan. Padahal anggaran besar itu hanya dihabiskan untuk menyiram api. Alangkah lebih baik jika digunakan untuk hal lain yang lebih efektif dan efisien,” tukasnya.

Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Arjuno yang terjadi sejak Sabtu (28/8) menjadi perhatian pemerintah pusat. Sebab, titik api dilaporkan meluas mulai dari wilayah administrasi Kabupaten Malang, Pasuruan, Mojokerto hingga Kota Batu dalam kurun waktu sepekan terakhir.

- Advertisement -

Apabila ditotal, maka luas lahan yang terbakar dari seluruh wilayah telah mencapai kurang lebih 4.796 hektar, yang mana Kabupaten Pasuruan menjadi wilayah terdampak paling luas yakni 2.724,48 hektar.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU