Karena itu, kabar mengenai penyerahan bukti kepada polisi juga perlu ditempatkan sebagai klaim yang belum terverifikasi, bukan kepastian bahwa telah terjadi perselingkuhan.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana sebuah isu mengenai figur publik dapat menyebar sangat cepat di media sosial.
Satu unggahan dengan judul yang provokatif bisa memancing jutaan penayangan dan ribuan komentar dalam waktu singkat.
Masalahnya, tingginya jumlah penonton tidak otomatis membuat sebuah informasi menjadi benar.
Begitu pula dengan istilah “bukti CCTV”. Tanpa mengetahui sumber rekaman, waktu kejadian, konteks gambar, serta verifikasi pihak terkait, rekaman tersebut tidak bisa begitu saja dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya perselingkuhan.



