Namun saat dikonfirmasi wartawan, Purbaya menegaskan dirinya masih menunggu arahan Presiden Prabowo.
“Kami ikuti perintah Bapak Presiden,” kata Purbaya.
Ia juga mengaku belum menerima instruksi maupun informasi terkait kemungkinan dirinya dicalonkan sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Di sisi lain, Ekonom Universitas Indonesia, Telisa Falianty, mengingatkan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia di tengah proses pergantian pimpinan.
Menurut Telisa, sosok yang akan memimpin BI harus memiliki pengalaman panjang di sektor moneter dan keuangan agar kredibilitas bank sentral tetap terjaga.
“Kita tetap berharap memilih figur yang kompeten, harus orang-orang yang bergerak di sektor keuangan. Gubernur Bank Sentral harus memiliki jam terbang dan pengalaman yang sangat luar biasa karena akan mengawal sektor keuangan,” ujar Telisa.
Ia menilai independensi bank sentral menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi, dan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan langsung dari Perry Warjiyo mengenai laporan Reuters yang menyebut adanya perselisihan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pemerintah juga belum mengumumkan nama calon definitif yang akan diajukan sebagai Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo.



