Strategi Pertahanan NKRI hingga 2029: TNI Targetkan 250 Batalyon hingga Bentuk 33 Satuan Radar

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar rapat Bersama tiga pimpinan matra TNI mulai Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Ada beberapa agenda yang dibahas salah satunya penguatan pertahanan darat.

Asisten Deputi (Asdep) Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo menjelaskan peningkatan kekuatan tiga matra TNI itu dibalut dalam konsep  optimum essential force (OEF) yang menjadi amanat rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Melalui rakor ini, Kemenko Polkam memastikan arah pembangunan kekuatan TNI tahun 2025–2029 berjalan terpadu dan sejalan dengan kebijakan pertahanan nasional yang diamanatkan dalam RPJMN,” kata Brigjen TNI (Mar) Kresno dalam keterangan resmi Kemenko Polkam, dikutip pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Kresno menuturkan dalam rapat membahas penguatan TNI di beberapa lini. Untuk TNI AD yang memfokuskan penguatan pertahanan darat di wilayah perbatasan seperti Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur. Lalu, TNI AD punya target pembentukan 750 Batalyon Tempur (BTP) hingga tahun 2029.

Pesawat Tempur TNI AU
Pesawat Tempur TNI AU. [Foto Dok. TNI AU]

Adapun, TNI AL berencana membentuk lima Komando Armada (Koarmada) dan lima belas Komando Daerah Maritim (Kodaeral). Selain itu, meningkatkan modernisasi sarana dan prasarana kapal baru yang berbasis teknologi informasi.

Lalu, TNI AU punya target dalam pembentukan 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029. Kemudian, TNI AU ingin pengembangan Satuan Antariksa di bawah Komando Operasi Udara Nasional (Kohanudnas) untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional.

Agenda rapat juga menyinggung beberapa isu strategis seperti penguatan satuan siber dan nuklir-biologi-kimia (nubika) untuk meningkatnya ancaman nonkonvensional.

Dalam rapat juga dibahas penambahan beberapa alat utama sistem senjata (alutsista) strategis termasuk kapal selam. Selanjutnya, penambahan radar pertahanan udara, integrasi sistem pertahanan berbasis Network Centric Warfare dan peningkatan interoperabilitas antar matra.

“Kesimpulan dan Rekomendasi rakor menyimpulkan bahwa arah pembangunan kekuatan TNI periode 2025–2029 akan mengacu pada strategi pertahanan pulau besar dan pulau strategis, dengan menunggu penetapan Rencana Strategis (Renstra) Kemhan/TNI secara final,” ujar Kresno.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Dani Yoga
Tim Penulis & Editor
Dani Yoga

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU