Hasil di Asian Games 2026 Jadi Evaluasi dan Modal Investasi Prestasi Tim Indonesia

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tim Indonesia telah menyelesaikan perjuangannya di Asian Games 2026. Tak hanya meraih prestasi medali, namun juga mendapatkan pelajaran penting untuk membangun prestasi olahraga Indonesia menuju level yang lebih tinggi.

Chief de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, mengakui bahwa posisi Indonesia di peringkat 16 klasemen akhir belum menjadi hasil yang diharapkan. Namun, menurutnya, pencapaian Tim Indonesia di Aichi-Nagoya tidak dapat dibaca semata-mata dari angka klasemen.

“Kita tentu tidak ingin menutup mata terhadap peringkat 16 di Aichi-Nagoya. Secara klasemen, bisa saja ini bukan posisi yang diharapkan oleh kita sebagai masyarakat yang sangat cinta terhadap olahraga. Tetapi prestasi olahraga tidak boleh dibaca hanya dari angka,” ujar Todotua, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.

Todotua menilai, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, para atlet tetap menunjukkan daya saing dengan mampu memenuhi bahkan melampaui target medali emas yang telah ditetapkan.

“Dalam setiap keterbatasan yang dijalani para atlet, mereka tetap mampu membawa pulang emas melebihi target yang dituju, sekaligus begitu banyak perak dan perunggu. Artinya, Indonesia bukan tidak mampu bersaing di papan atas. Tim Indonesia sudah sangat pantas berada di sana,” kata Todotua.

Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki fondasi prestasi yang kuat. Tantangan ke depan adalah bagaimana memaksimalkan peluang-peluang yang sudah berhasil diciptakan untuk dapat dikonversi menjadi lebih banyak medali emas.

“Masih ada yang harus kita lakukan untuk mengkatrol setiap peluang medali menjadi emas. Dan bagi saya, itu justru memberikan pesan yang sangat terang untuk masa depan olahraga Indonesia,” ujarnya.

Menurut Todotua, pengalaman di Aichi-Nagoya harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pembinaan olahraga nasional. Ia optimistis prestasi Tim Indonesia dapat meningkat di masa depan, melalui dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kalau dengan segala tantangan yang ada kita masih mampu berdiri di podium Asia, bayangkan apa yang bisa dilakukan atlet-atlet jika dukungan yang diberikan lebih maksimal,” tutur Todotua.

Karena itu, Todotua menegaskan bahwa posisi Indonesia di peringkat 16 tidak perlu menjadi sesuatu yang dirayakan, tetapi juga tidak seharusnya diratapi. Hasil tersebut harus ditempatkan sebagai bahan evaluasi sekaligus modal untuk membangun prestasi berikutnya.

“Peringkat 16 memang bukan untuk diselebrasi, tetapi juga bukan untuk diratapi. Ini adalah evaluasi sekaligus modal investasi,” tegasnya.

Bagi Todotua, Aichi-Nagoya 2026 telah memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan, potensi, sekaligus pekerjaan rumah olahraga Indonesia. Medali yang diraih para atlet menjadi hasil nyata, sementara pengalaman selama kompetisi menjadi bekal untuk menyusun langkah yang lebih terarah menuju multievent berikutnya.

“Karena yang dibawa pulang Tim Indonesia dari Aichi-Nagoya bukan hanya medali, tetapi juga peta jalan menuju prestasi yang lebih tinggi,” ucap Todotua.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Achmad Husin Alifiah
Tim Penulis & Editor
Achmad Husin Alifiah
Apresiasi untuk Achmad Husin Alifiah

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU