Sashfir Jadi Korban Voyeurisme, Dorong Korban Pelecehan Berani Bersuara

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Selebgram Fira Assegaf atau Sashfir mengungkapkan kondisi terbarunya setelah mengalami pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam atau voyeurisme di toilet perempuan sebuah restoran di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada April 2026.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @sashfir, Sashfir akhirnya memilih untuk berbicara kepada publik setelah beberapa bulan memendam kejadian tersebut. Ia mengaku pengalaman itu meninggalkan trauma mendalam, meski kini kondisinya sudah jauh lebih stabil.

“Hari ini, aku sudah berada dalam kondisi yang jauh lebih stabil. Dan justru dari titik inilah aku ingin berkata kepada kalian: pulih itu mungkin, dan kalian tidak harus melewatinya seorang diri,” tulis Sashfir, dikutip Holopis.com, Jumat (9/10).

Sashfir mengatakan keberaniannya untuk bersuara merupakan salah satu langkah untuk melindungi diri sendiri sekaligus mencegah orang lain mengalami kejadian serupa. Ia berharap pengalamannya dapat membuka ruang bagi perempuan lain untuk menceritakan pengalaman mereka tanpa merasa sendirian.

“Aku percaya, keberanian untuk bersuara adalah salah satu langkah untuk melindungi diri sendiri, sekaligus harapan agar tidak ada yang mengalami hal serupa,” tulisnya dalam keterangan unggahan tersebut.

Menurut Sashfir, masih ada kemungkinan korban pelecehan seksual memilih memendam pengalaman mereka karena tidak memiliki ruang aman untuk bercerita. Sebagian korban juga mungkin khawatir suara mereka tidak dipercaya atau justru disepelekan.

Ia berharap pengalamannya dapat menjadi pengingat bahwa korban tidak harus menghadapi situasi tersebut seorang diri. Sashfir juga menyampaikan dukungan kepada siapa pun yang pernah mengalami kejadian serupa.

“Untuk siapa pun yang pernah mengalaminya, semoga kamu tahu bahwa kamu tidak sendirian,” tulisnya.

Sashfir turut mengingatkan bahwa setiap korban memiliki waktu berbeda untuk memproses pengalaman yang menyakitkan. Ia menegaskan bahwa menggunakan toilet umum untuk kebutuhan sehari-hari merupakan hal yang wajar, sedangkan merekam seseorang secara diam-diam merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

“Sekadar buang air kecil di toilet umum adalah hal yang normal. Yang justru tidak normal adalah merekam orang secara diam-diam,” tulisnya.

Ia mengajak korban untuk mencari orang yang dipercaya dan meminta bantuan ketika sudah siap. Menurutnya, setiap orang berhak merasa aman dan mendapatkan ruang untuk didengar.

Terkait kasus yang dialaminya, Sashfir menyatakan telah menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada pihak berwajib. Ia berharap pelaku dapat ditindak tegas agar memberikan efek jera dan mencegah munculnya korban lain.

Sashfir juga mengapresiasi pihak restoran yang disebutnya telah bersikap kooperatif dan menindak pegawai yang terlibat. Ia berharap langkah tersebut menjadi contoh bahwa kasus perekaman diam-diam merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Darin Brenda Iskarina
0 Shares
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU