Review Chainsaw Man Reze Arc: Cinta, Ledakan, dan Tragedi Denji

0 Shares

JAKARTA – Film anime terbaru Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc akhirnya tayang di bioskop Indonesia mulai 26 September 2025. Penayangan berlangsung serentak di jaringan Cinema XXI IMAX, CGV, dan Cinepolis, memberikan pengalaman layar lebar yang penuh intensitas.

Studio MAPPA kembali menunjukkan keahliannya menghadirkan tontonan yang memadukan romansa, aksi brutal, dan visual memanjakan mata, yang membuat film ini digadang-gadang sebagai salah satu kandidat anime terbaik tahun ini.

Romansa yang Berujung Pertumpahan Darah

Cerita film berdurasi 100 menit ini bermula bak kisah romansa remaja. Denji, sang pemburu iblis, bertemu dengan Reze, seorang barista berambut ungu yang tampak terlalu sempurna untuk menjadi nyata.

Pertemuan mereka diwarnai senyum manis, obrolan ringan, hingga adegan Denji belajar berenang. Namun, suasana hangat itu segera runtuh ketika Reze mengungkap identitas aslinya sebagai senjata hidup yang mematikan.

Peralihan nada cerita ini dieksekusi MAPPA dengan kontras mencolok. Dari palet warna pastel yang lembut, film berubah menjadi kelabu pekat, penuh ledakan dan potongan tubuh. Inilah definisi cinta ala Tatsuki Fujimoto, indah, getir, sekaligus brutal.

Penampilan Menggigit dari Para Seiyuu

Kikunosuke Toya kembali memerankan Denji dengan kepolosan khasnya, sementara Reina Ueda memikat sekaligus menakutkan sebagai Reze.

Transisinya dari gadis manis ke sosok penuh teror terasa mulus dan tajam. Kehadiran Natsuki Hanae sebagai Beam si manusia-hiu menambah selipan humor absurd di tengah aksi berdarah, sedangkan skor musik dari Kensuke Ushio mempertebal ketegangan, berpindah luwes dari bisikan romantis ke crescendo penuh ledakan.

Perayaan Absurd Sinema Blockbuster

Chainsaw Man: Reze Arc juga menyelipkan berbagai rujukan sinema, mulai dari nuansa Texas Chainsaw Massacre, tabrakan ala Jaws, tornado seperti Twister, hingga ledakan berlapis khas Michael Bay.

Fujimoto seakan merayakan sekaligus menyindir tradisi film blockbuster. Beberapa adegan, termasuk momen Denji dan Makima menonton maraton film, memberi kontras manis terhadap kekacauan yang mengikutinya.

Lebih dari Sekadar Adaptasi

Berbeda dengan film anime populer lain seperti Demon Slayer, Reze Arc bukan sekadar adaptasi panjang dari sebuah arc. MAPPA menghadirkannya dengan animasi tangan yang cair dan detail, menghadirkan energi yang sulit ditandingi CGI modern.

Chainsaw Man juga tidak ditujukan untuk semua orang. Justru dalam kekacauan itulah daya tariknya, menggoda penonton yang menemukan keindahan dalam kegilaan Denji.

Sebuah Pengalaman Sinema yang Apik

Pada akhirnya, Reze Arc bukan hanya film anime biasa. Ia grotesk, sensual, penuh satire, namun juga emosional.

Sebuah karya yang menolak untuk tampil sempurna, justru karena keliarannya itulah film ini layak disebut sebagai pengalaman sinema yang tak terlupakan.

Seperti diberitakan sebelumnya oleh Holopis.com, para penggemar anime kini bisa menyaksikan langsung Chainsaw Man: Reze Arc Movie di bioskop Indonesia. Film ini hadir pada bulan September 2025, berbarengan dengan perilisan di Jepang, dan menjadi kelanjutan dari cerita musim pertama yang sukses besar.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Fisca Dwi Astuti
Tim Penulis & Editor
Fisca Dwi Astuti
Apresiasi untuk Fisca Dwi Astuti

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU