Kesempatan itu menjadi penentu.
Rahmat berhasil mengeksekusi angkatan 206 kilogram.
Total angkatannya melonjak menjadi 366 kilogram, unggul satu kilogram atas Wichuma.
Emas pun resmi menjadi milik Indonesia.
Di bawah Rahmat dan Wichuma, Ri Chong Song harus puas dengan medali perunggu.
Lifter Korea Utara itu mencatatkan total 357 kilogram dari snatch 162 kilogram dan clean and jerk 195 kilogram.
Usai pertandingan, Rahmat mengungkapkan bahwa emas Asian Games 2026 terasa berbeda dibandingkan sejumlah multievent yang pernah diikutinya.
Menurut lifter berusia 25 tahun itu, kehadiran keluarga membuat pencapaiannya di Aichi-Nagoya terasa semakin spesial.
“Yang ini beda sih ya, karena ini sekarang event terbesar ya. Karena terakhir kan SEA Games, nah sekarang Asian Games,” kata Rahmat seusai pertandingan.
Rahmat juga menyinggung dukungan dari keluarga kecilnya yang kini sudah bertambah.
“Bedanya sama yang dulu-dulu, sekarang sudah ada yang dukung si kecil begitu, jadi berbeda,” ujarnya.
Medali emas dan dua rekor dunia itu kemudian dipersembahkan Rahmat untuk orang-orang yang selama ini berada di belakang perjuangannya.
“Dipersembahkan untuk anak, sama istri, sama orang tua di rumah, dan juga masyarakat Indonesia,” tutur Rahmat.



