HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pratikno akhirnya keluar dari jajaran kabinet pemerintahan setelah hampir 12 tahun menjadi bagian dari pemerintahan pusat, sejak era Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto.
Perjalanan panjang Pratikno di pemerintahan berakhir setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026).
Dalam perombakan tersebut, Prabowo melantik Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan Pratikno. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026.
Pergantian itu sekaligus mengakhiri posisi Pratikno sebagai menteri setelah sebelumnya ia menjadi salah satu figur yang bertahan dari pemerintahan Joko Widodo ke pemerintahan Prabowo.
Sosok Pratikno memang dinilai sebagai loyalis Joko Widodo. Bahkan disebut-sebut, keberadaan pria kelahiran Bojonegoro, 13 Februari 1962 tersebut di Kabinet Merah Putih kepemimpinan Prabowo Subianto pun tak lepas dari pengaruh Jokowi, terlebih anak sulung Presiden RI ke 7 itu kini menjabat sebagai Wakil Presiden.
Pratikno pertama kali masuk kabinet pada 2014. Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pada periode pertama pemerintahannya.
Ia kemudian kembali dipercaya menduduki posisi yang sama pada periode kedua pemerintahan Jokowi, sehingga selama 2014-2024 Pratikno menjabat Mensesneg selama dua periode.
Setelah pemerintahan Jokowi berakhir, Pratikno kembali dipercaya masuk kabinet oleh Presiden Prabowo. Pada Kabinet Merah Putih, ia diberi mandat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Dengan demikian, Pratikno menjadi salah satu figur yang berada di lingkar pemerintahan selama tiga periode kepemimpinan kabinet, yakni dua periode Jokowi dan sebagian periode awal pemerintahan Prabowo. Profil resmi Kemenko PMK mencatat Pratikno menjabat Mensesneg pada 2014-2024 dan Menko PMK sejak 2024.
Sebelum Jadi Menteri, Profesor dan Rektor UGM
Jauh sebelum masuk pemerintahan, Pratikno dikenal sebagai akademisi dan profesor ilmu politik di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pratikno merupakan profesor bidang Ilmu Politik di Departemen Politik dan Pemerintahan FISIP UGM. Ia juga pernah dipercaya menjadi Dekan FISIP UGM sebelum kemudian menjabat sebagai Rektor UGM.
Pratikno tercatat menjadi Rektor UGM ke-14 pada periode 2012-2014, sebelum meninggalkan dunia kampus untuk masuk ke pemerintahan sebagai Mensesneg pada 2014.
Karier akademiknya dibangun melalui pendidikan Ilmu Pemerintahan di UGM, kemudian melanjutkan pendidikan master di Birmingham University, Inggris, serta pendidikan doktoral bidang ilmu politik di Flinders University, Australia.
Gelar profesor Ilmu Politik dari UGM diperolehnya pada 2008.
Masuknya Pratikno ke kabinet Jokowi pada 2014 kemudian membuat perjalanan kariernya berubah dari akademisi menjadi salah satu pejabat yang berada sangat dekat dengan pusat pemerintahan.
Sebagai Mensesneg, Pratikno menjadi bagian penting dalam administrasi kepresidenan selama dua periode pemerintahan Jokowi. Pada akhir masa jabatan Jokowi, ia menyerahkan posisi Mensesneg kepada Prasetyo Hadi pada Oktober 2024.



