Rano kemudian mengenang kecintaan Guruh terhadap Indonesia yang dituangkan melalui berbagai karya seni.
“Sejak kecil, hidup Mas Guruh seolah telah menemukan bahasanya sendiri lewat seni. Mas Guruh adalah seseorang yang tak pernah letih mencintai Indonesia,” tuturnya.
Menurut Rano, Guruh mampu mempertemukan seni tradisional dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.
“Silakan berjalan sejauh-jauhnya menuju masa depan, tetapi jangan pernah malu kepada jalan yang membawa kita berasal,” kata Rano.
Menutup sambutannya, Rano menegaskan karya Guruh akan tetap hidup meski sang pencipta telah berpulang.
“Panggung dunia perlahan menutup tirainya. Tetapi percayalah, tepuk tangan untuk perjalanan hidup Mas Guruh tidak akan berhenti hari ini. Selamat jalan, Mas Guruh. Pulanglah dengan tenang. Di sini, kami akan menjaga nyala yang pernah Mas hidupkan,” pungkasnya.



