Ia menilai korupsi dapat membuat institusi menjadi lemah. Kondisi tersebut pada akhirnya bisa mengganggu kemampuan negara ketika menghadapi situasi krisis.
“Kalau kita tidak bisa menjaga resources-resources kita, kita nanti akan mengalami kelemahan dalam menghadapi situasi yang kita perlukan,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan posisi Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire. Kondisi geografis tersebut membuat Indonesia berhadapan dengan berbagai potensi bencana, terutama yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik dan tektonik.
Efisiensi Anggaran Digenjot
Menurut Prabowo, tantangan bencana harus dihadapi dengan institusi negara yang efisien. Karena itu, efisiensi anggaran menjadi salah satu hal yang sejak awal pemerintahannya terus didorong.
Prabowo mengaku memeriksa anggaran di setiap kementerian dan menemukan sejumlah pos yang dinilai tidak perlu.
“Waktu saya ambil alih pemerintahan, saya periksa anggaran. Itu tiap kementerian itu ada anggaran untuk hari ulang tahun. Dan itu tidak sedikit. Saya hilangkan. Tidak usah ada perayaan hari ulang tahun,” tegas Prabowo.
Ia menyebut efisiensi pada tahun pertama pemerintahannya berhasil menghemat anggaran lebih dari Rp300 triliun.
Dana hasil efisiensi tersebut, menurut Prabowo, kemudian dialihkan untuk mendukung program-program yang dinilai lebih produktif.
Dengan tambahan armada, teknologi dan peralatan, pemerintah kini mendorong pola mitigasi yang lebih siap menghadapi bencana. Bukan sekadar memadamkan api atau menangani dampak setelah kejadian, tetapi menyiapkan kemampuan negara sebelum situasi darurat benar-benar terjadi.



