HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tarif definitif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai belum ditetapkan meski layanan tersebut telah resmi beroperasi pada Rabu (16/9). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan tarif sementara dalam beberapa tahap hingga Oktober 2026.
Pada delapan hari pertama pascaperesmian, penumpang LRT Jakarta cukup membayar Rp8 untuk perjalanan pada lintas baru. Setelah tarif khusus berakhir, mulai 24 September 2026 Pemprov DKI Jakarta menetapkan tarif flat Rp5.000.
Tarif tersebut berlaku sementara hingga Oktober 2026, sebelum pemerintah menetapkan besaran tarif selanjutnya. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pemberlakuan tarif Rp8 selama delapan hari juga menjadi bagian dari sosialisasi layanan baru kepada masyarakat.
“Rp8 selama delapan hari. Mudah-mudahan ini juga bagian dari sosialisasi. Setelah itu tarif kita akan tetap flat Rp5.000. Kita akan menentukan tarifnya pada Oktober,” kata Pramono dikutip Holopis.com, dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (17/9).
Sebelumnya, tarif LRT Jakarta pada lintas Kelapa Gading-Velodrome telah ditetapkan sebesar Rp5.000. Adapun perjalanan dari stasiun eksisting menuju stasiun baru dikenakan tarif Rp5.008 dalam skema tarif transisi.
Layanan LRT Kelapa Gading-Manggarai kini mencakup lima stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai. Jalur sepanjang sekitar 12,2 kilometer tersebut dapat ditempuh dalam waktu sekitar 28 menit.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan layanan tersebut dapat melayani hingga 80.000 penumpang per hari. Target itu diharapkan tercapai seiring bertambahnya masyarakat yang menggunakan LRT sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari.
Di luar tarif reguler, masyarakat dari 15 golongan penerima Kartu Layanan Gratis juga dapat menggunakan LRT Jakarta tanpa dikenakan tarif. Fasilitas tersebut berlaku pada layanan TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.
Setelah lintas Kelapa Gading-Manggarai beroperasi, Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan kelanjutan jalur menuju Dukuh Atas. Proyek sepanjang sekitar 2,4 kilometer itu direncanakan dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun.
Kehadiran jalur tersebut akan memperluas pilihan perpindahan antarmoda di kawasan Dukuh Atas. LRT Jakarta direncanakan terhubung dengan MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan TransJakarta.
Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan perluasan jaringan LRT ke sejumlah kawasan strategis lainnya. Rencana tersebut mencakup Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Jakarta Kota, hingga Halim, dengan peluang dukungan pembiayaan untuk melanjutkan pembangunan.




