Kota Malang, di sisi lain, ditetapkan sebagai City of Media Arts (Kota Kreatif Seni Media). Pengakuan ini menempatkan Malang sebagai laboratorium hidup di mana inovasi digital, desain visual, dan teknologi bertemu dengan kehidupan perkotaan.
Daya Tarik Unik yang Wajib Dikunjungi:
Jodipan dan Media Arts Modern: Kampung Warna-Warni Jodipan, yang dulunya hanyalah pemukiman biasa, kini menjadi simbol kekuatan media arts dan transformasi visual kota. Kunjungan ke Malang adalah kesempatan untuk melihat bagaimana seni mural, instalasi digital, dan intervensi visual mengubah lanskap urban menjadi karya seni yang hidup.
Eksplorasi Kota Tua dan Digitalisasi Sejarah: Malang unggul dalam memadukan warisan arsitektur kolonialnya dengan seni media. Kota ini menawarkan eksplorasi unik di mana bangunan-bangunan kuno disinari instalasi cahaya modern atau menjadi latar belakang proyeksi seni digital.
Ibukota Wisata Edutainment: Pengalaman di Malang diperkaya dengan wisata edutainment terdepan seperti Jatim Park Group. Sebagai kota seni media, taman hiburan di Malang semakin memanfaatkan teknologi interaktif, realitas virtual, dan pameran multimedia untuk memberikan pengalaman rekreasi dan edukasi yang mendalam.
Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, menyebut kota-kota kreatif ini sebagai “penggerak nyata bagi pembangunan” yang mampu menarik investasi dan mempromosikan kohesi sosial.
Dengan bergabungnya Ponorogo dan Malang, Indonesia kini menjadi negara dengan ekosistem kreatif yang semakin dinamis dan berdaya saing global, menjadikan kedua kota ini destinasi yang tak boleh dilewatkan oleh para penjelajah budaya dan inovasi.



