HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah personel gabungan dari kepolisian, TNI, hingga Satpol PP mulai disiagakan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Kesiapsiagaan tersebut terlihat menjelang rencana aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta.
Berdasarkan pantauan Holopis.com di lokasi, personel dan sejumlah kendaraan pengamanan ditempatkan di sekitar pintu barat daya Monas, tak jauh dari kawasan Patung Kuda. Petugas tampak berjaga di sejumlah akses masuk, sementara beberapa barikade besi atau pagar taktis telah disiapkan.
Selain personel, satu unit kendaraan taktis yang digunakan sebagai barikade pengendali massa atau telehandler juga terlihat berada di Jalan Medan Merdeka Selatan. Kendaraan tersebut disiagakan bersama sejumlah perlengkapan pengamanan lainnya.
Sementara itu, di dalam kawasan Monas tampak sekitar 18 kendaraan militer milik Korps Marinir. Sebanyak 15 di antaranya merupakan kendaraan lapis baja pengangkut personel atau Ranpur Angkut Personel.
Kendaraan-kendaraan tersebut terlihat berjajar di area Monas. Di lokasi yang sama, terdapat pula kendaraan taktis water cannon milik Korps Brimob Polri yang turut disiagakan untuk mendukung pengamanan.

Kehadiran personel dan kendaraan tersebut bertepatan dengan rencana aksi demonstrasi yang tersebar di beberapa titik Jakarta. Sejumlah lokasi yang menjadi titik aksi di antaranya Gedung DPR/MPR RI, Silang Selatan Monas atau kawasan seberang Gedung Danareksa, serta Taman Pandang Silang Monas.
Kesiapsiagaan aparat di kawasan Monas dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa dan dinamika selama berlangsungnya aksi. Hingga Kamis pagi, sejumlah petugas dari berbagai unsur masih terlihat menempati titik-titik pengamanan di kawasan tersebut.
Sebagai informasi, Sobat Holopis, sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI. Sedikitnya ada empat kelompok yang akan menyampaikan aspirasi, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
Masing-masing kelompok membawa tuntutan berbeda. AMPB dan AMDB antara lain mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, meminta hukuman mati bagi koruptor, serta menyoroti persoalan harga kebutuhan pokok. Sementara GERAM membawa 10 tuntutan yang mencakup isu demokrasi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga kebijakan pemerintah. Adapun RMP4 datang untuk menyuarakan dukungan terhadap sejumlah program Presiden Prabowo, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan meminta adanya evaluasi terhadap tata kelola program tersebut.
Menjelang aksi, massa AMPB juga menghadapi sejumlah kendala, mulai dari penundaan transaksi rekening donasi hingga hambatan perjalanan menuju Jakarta. Salah satu bus rombongan mereka bahkan dilaporkan dilempari batu di Tol Jakarta-Cikampek dan menyebabkan tiga orang mengalami luka ringan.
Pada Rabu (26/8) malam, sebagian massa AMPB juga sempat berada di depan Gedung DPR/MPR RI sebelum akhirnya meninggalkan lokasi setelah bernegosiasi dengan pihak kepolisian. Logistik aksi kemudian dipindahkan ke trotoar di sisi gerbang, sementara sejumlah pengemudi ojek online tetap berada di lokasi untuk membantu menjaga bantuan logistik dari masyarakat.



