Pesona Pesta Adat Erau, antara Tradisi, Ekonomi, dan Peradaban Tua di Kutai Kartanegara

0 Shares
Ukuran text:
21
Dengarkan Berita:

TENGGARONG — Pesta adat Erau kembali semarak di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tak sekadar menjadi perayaan budaya, melainkan juga pendorong roda ekonomi lokal.

Perhelatan yang berlangsung dari 21 hingga 28 September ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi warisan leluhur bisa menjadi energi untuk membangun masa depan.

Saat pembukaan, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa Erau 2025 bukan hanya agenda tahunan. “Erau adalah selebrasi atas tradisi luhur Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, salah satu peradaban tertua di Nusantara,” ujarnya.

Dengan mengusung tema Menjaga Marwah Peradaban Nusantara, perayaan ini menjadi pengingat akan kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Indonesia.

Meski berakar kuat pada tradisi, perayaan Erau memiliki dampak ekonomi yang besar. Menteri Widiyanti meyakini bahwa efek berganda dari acara ini dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Kami optimistis, pertumbuhan UMKM serta keterlibatan warga yang semakin luas akan memperkuat perputaran ekonomi lokal,” katanya.

Potensi Erau sebagai magnet pariwisata pun tak luput dari perhatian. Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, menjelaskan bahwa kata “Erau” berasal dari “Ero”, yang berarti ramai dan penuh sukacita.

Sesuai namanya, kemeriahan Erau diharapkan dapat menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Menteri Pariwisata pun menambahkan, Erau sangat potensial untuk dikembangkan menjadi event berkelas internasional yang menjaga tradisi sekaligus mendongkrak sektor pariwisata.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menjelaskan bahwa marwah yang diangkat sebagai tema Erau 2025 berarti kehormatan, harga diri, dan kemuliaan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur, kearifan lokal, dan tradisi adiluhung yang telah membentuk identitas masyarakat Kutai Kartanegara, bahkan Nusantara secara lebih luas,” tuturnya.

Perayaan Erau menjadi bukti bahwa warisan leluhur bukanlah sekadar kenangan masa lalu. Dengan sentuhan modernisasi, festival budaya ini berhasil menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, sekaligus wadah untuk melestarikan identitas bangsa.

Pesta Adat Erau 2025 menjadi pengingat bahwa di tengah gemerlapnya dunia modern, akar budaya tetaplah pondasi yang kokoh. Pesta adat ini adalah cerminan dari sebuah bangsa yang menghargai masa lalu, merayakan masa kini, dan membangun masa depan dengan penuh kebanggaan.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Dede Suhadi
Tim Penulis & Editor
Dede Suhadi
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU