HOLOPIS.COM, BERAU — Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi penyelaman kelas dunia dengan pesona ekosistem laut yang spektakuler.
Pulau berstruktur atol ini menawarkan lanskap bawah laut yang kaya akan keanekaragaman hayati, menjadikannya surga bagi para penyelam lokal maupun mancanegara.
Salah satu daya tarik utama yang paling diminati peselam adalah titik penyelaman bernama Big Fish Country, yang terletak di saluran arus antara Pulau Maratua dan Pulau Nabucco.
Di lokasi tersebut, fenomena arus laut yang deras membawa nutrisi berlimpah sehingga menarik berbagai spesies ikan pelagis besar untuk berkumpul.
Para penyelam yang berkunjung ke Big Fish Country sering kali disuguhkan pemandangan menakjubkan berupa pusaran ribuan ikan barakuda yang membentuk formasi menyerupai tornado.
Selain barakuda, kawasan ini juga menjadi lintasan utama bagi kawanan hiu karang sirip putih dan hiu sirip hitam yang berenang bebas di kedalaman.
Keunikan Maratua tidak berhenti pada keberadaan ikan pelagis besar, sebab pulau ini juga dikenal luas sebagai rumah bagi populasi penyu hijau di kawasan Asia Tenggara.
Pada titik penyelaman bernama Turtle Traffic, puluhan penyu hijau dan penyu sisik dapat ditemukan dengan mudah sedang berenang di sepanjang dinding terumbu karang.
Kehadiran reptil laut yang terbiasa dengan interaksi manusia ini memberikan pengalaman penyelaman yang intim bagi para fotografer bawah laut.
Di dasar laut yang berpasir, penyelam kerap menjumpai pari bintik hitam (Taeniura meyeni) berukuran besar yang sedang beristirahat di balik hamparan karang.
Keanekaragaman terumbu karang di sekitar Maratua masih terjaga dengan sangat baik, mencakup tutupan karang keras hingga karang lunak yang berwarna-warni.
Pemerintah daerah setempat bersama masyarakat pesisir terus memperketat pengawasan lingkungan guna memastikan kelestarian ekosistem laut Maratua tetap terlindungi dari ancaman kerusakan.
Aksesibilitas menuju pulau terluar ini kini semakin mudah berkat beroperasinya Bandara Maratua yang melayani penerbangan dari beberapa titik di Kalimantan.




