HOLOPIS.COM, JAKARTA – Israel membantah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang mengaku menyerang Yerusalem dengan rudal Kheibar. IRGC menyatakan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jadi salah satu sasaran yang dibombardir.
Laporan TASS dalam penelusurannya dari pengakuan sumber Israel yang terinformasi, bahwa tak benar serangan Iran mengenai kantor PM Netanyahu.
“Laporan-laporan ini tidak benar,” kata sumber tersebut kepada TASS dikutip pada Selasa, (3/3/2026).
IRGC dalam pernyataannya yang disiarkan media pemerintah Iran, menyebut rudal balistik Kheibar menyerang kompleks pemerintahan di Yerusalem termasuk kantor Netanyahu.
Dari laporan Times of Israel, bahwa kantor PM Netanyahu menyebut klaim Iran itu sebagai tuduhan palsu. Versi Israel tak ada kerusakan di ibu kota imbas serangan rudal Iran.
Kantor Netanyahu mengatakan klaim Iran tentang nasib Netanyahu usai serangan itu adalah salah. Dikatakan bahwa gedung kantor di Yerusalem itu sejauh ini masih utuh dan beroperasi.
Adapun sirene serangan udara berbunyi di Yerusalem sekitar dua jam sebelum media Iran menyebarkan klaim tersebut. Otoritas Israel melaporkan tak ada dampak rudal di kota itu dan tidak ada korban luka.
Dalam sebuah video yang diterbitkan oleh kantor berita Fars Iran, seorang juru bicara militer mengatakan rudal Kheibar Iran menghantam kantor Netanyahu.
Klaim Iran muncul di tengah konflik luas yang dipicu oleh serangan gabungan Israel bersama Amerika Serikat (AS). Serangan gabungan itu menyasar fasilitas-fasilitas strategis Iran beberapa hari sebelumnya.
Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, keluarga Khamenei dan sejumlah pejabat militer Iran dilaporkan tewas.
Iran tak tinggal diam. Negara Persia itu membalas serangan dengan peluncuran rudal dan drone ke wilayah Israel serta ke negara-negara Teluk yang terdapat pangkalan militer AS.



