Di Sarawak, kekhawatiran tersebut kemudian menjadi kenyataan. Indeks Polusi Udara atau API di Serian bahkan mencapai angka 519 pada Jumat (4/9), sehingga wilayah tersebut sempat ditetapkan dalam status darurat.
Status tersebut kemudian dicabut pada Senin setelah API turun menjadi 222. Meski demikian, angka tersebut masih berada dalam kategori sangat tidak sehat.
API yang mencapai angka 500 atau lebih dapat memicu pemberlakuan keadaan darurat, termasuk penghentian sejumlah kegiatan pemerintahan dan aktivitas komersial non-esensial. Sebanyak 710 sekolah di Sarawak juga ditutup pada 7 hingga 11 September akibat memburuknya kualitas udara.
Sementara itu, Wan Junaidi menilai AATHP masih tetap relevan untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas. Namun, ia menekankan perlunya mekanisme yang lebih kuat, pemanfaatan teknologi baru, serta proses pengambilan keputusan yang lebih cepat agar kerja sama antarnegara ASEAN dapat berjalan lebih efektif.




