HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di balik keputusan artis cantik Luna Maya untuk memilih hiatus dari dunia perfilman, bukan berarti dirinya benar-benar meninggalkan industri yang telah membesarkan namanya.
Luna justru kembali mengambil peran di balik layar dengan bergabung sebagai produser eksekutif film Desember Jani produksi Palari Films. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk kecintaannya terhadap perfilman Indonesia meski kali ini ia hadir dari sisi produksi.
Luna mengaku tertarik menjadi bagian dari Desember Jani karena film tersebut menawarkan warna cerita yang berbeda. Selain memiliki pendekatan yang hangat, proyek ini juga memberikan kesempatan baginya untuk mengeksplorasi pengalaman baru sebagai produser eksekutif.
“Saya merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari produser eksekutif film Desember Jani. Sebuah film dengan warna lain yang hangat dari Palari Films,” ujar Luna.
Menurut Luna, kualitas karya yang selama ini dijaga Palari Films juga menjadi salah satu alasan dirinya menerima tawaran tersebut. Ia menilai rumah produksi itu memiliki rekam jejak dalam menghadirkan film berkualitas sekaligus memiliki daya saing di berbagai festival internasional.
“Palari Films selama ini selalu menjaga kualitas filmnya di bioskop, dan berdaya saing di festival film internasional,” katanya.
Tak hanya soal cerita dan kualitas produksi, Luna juga merasa memiliki alasan lain untuk bangga terlibat dalam film tersebut.
Desember Jani mengusung konsep All Women Project, dengan sejumlah posisi penting dalam produksi diisi oleh perempuan. Film ini disutradarai Ariani Darmawan, diproduseri Meiske Taurisia, serta ditulis oleh Cyntha Hariadi.
“Saya juga bangga menjadi bagian dari All Women Project ini,” tutur Luna.
Film tersebut menghadirkan kisah sebuah keluarga yang terdiri dari tiga generasi. Tutie Kirana berperan sebagai Oma, Sigi Wimala sebagai Winnie, sementara Hyori Mika dan Chempa Puteri masing-masing memerankan Julia dan Jani.
Desember Jani berkisah tentang Julia yang pergi meninggalkan rumah tanpa pamit dan membuat hubungan Jani dengan sang ibu semakin renggang.
Meski demikian, Jani diam-diam masih berkomunikasi dengan kakaknya. Dari situ, sebuah rahasia perlahan terbuka dan memaksa anggota keluarga tersebut menghadapi berbagai persoalan yang selama ini mereka hindari.
Film yang seluruh proses syutingnya dilakukan di Bandung ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 Desember 2026.




