Tak Bisa Bahasa Isyarat? Begini Cara Orang Dengar Rayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Satu kata seperti “terima kasih” mungkin terdengar sederhana bagi orang dengar. Namun, bagi teman Tuli yang berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, melihat orang lain berusaha menyampaikan satu gerakan tangan dapat menjadi bentuk perhatian yang berarti.

Hari Bahasa Isyarat Internasional yang diperingati setiap 23 September menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahasa isyarat dan hak teman Tuli. Pada 2026, peringatan ini mengusung tema ‘Declaring Deaf People’s Human Rights’ atau mendeklarasikan hak asasi manusia teman Tuli.

Peringatan tersebut tidak hanya ditujukan bagi komunitas Tuli. Orang dengar juga dapat ikut mengambil bagian dengan mulai mengenal bahasa yang digunakan teman Tuli, memahami budayanya, serta menciptakan ruang komunikasi yang lebih inklusif. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan Sobat Holopis untuk turut merayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional.

1. Belajar Bahasa Isyarat dari Hal Sederhana

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mempelajari bahasa isyarat. Sobat Holopis dapat memulainya dari kosakata yang digunakan dalam percakapan sehari-hari, seperti salam, terima kasih, maaf, perkenalan, dan angka.

Pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk video edukasi di YouTube, kelas bahasa isyarat, maupun kegiatan yang melibatkan komunitas Tuli. Dari kosakata sederhana tersebut, orang dengar dapat mulai mengenal penggunaan bahasa isyarat dalam komunikasi sehari-hari.

2. Mengenal Budaya dan Identitas Tuli

Mempelajari bahasa isyarat dapat dilanjutkan dengan mengenal budaya dan identitas Tuli. Bahasa isyarat menjadi bagian dari kehidupan dan komunikasi komunitas Tuli, sehingga pemahamannya tidak berhenti pada kemampuan mengikuti gerakan tangan.

Sobat Holopis dapat mengenal budaya Tuli melalui buku, artikel, film, konten edukasi, atau cerita yang dibuat oleh teman Tuli. Dari berbagai sumber tersebut, orang dengar dapat memahami pengalaman komunitas Tuli, termasuk cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi di tengah masyarakat.

3. Terlibat dalam Kegiatan Bersama Komunitas Tuli

Setelah mengenal bahasa dan budaya Tuli, Sobat Holopis dapat memperluas pengalaman melalui kegiatan yang melibatkan komunitas Tuli secara langsung.

Kegiatan tersebut dapat berupa kelas bahasa isyarat, lokakarya, pertunjukan seni, diskusi, atau kegiatan sosial. Kegiatan bersama memberi kesempatan bagi orang dengar untuk mempraktikkan bahasa isyarat sekaligus membangun komunikasi langsung dengan teman Tuli.

4. Menyebarkan Edukasi Melalui Media Sosial

Pengetahuan mengenai bahasa dan budaya Tuli dapat dibagikan kepada masyarakat yang lebih luas melalui media sosial. Konten yang dibuat dapat berupa pengenalan kosakata, alfabet bahasa isyarat, informasi mengenai budaya dan hak teman Tuli, hingga video cover lagu menggunakan bahasa isyarat.

Dalam membuat konten, Sobat Holopis dapat melibatkan teman Tuli atau menggunakan sumber informasi dari komunitas Tuli. Dengan begitu, edukasi yang dibagikan tidak hanya memperkenalkan bahasa isyarat, tetapi juga membantu masyarakat memahami pengalaman dan kehidupan komunitas Tuli.

5. Mendukung Akses Bahasa Isyarat

Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional juga dapat menjadi momentum untuk memahami pentingnya akses bahasa isyarat dalam kehidupan teman Tuli. Akses tersebut berkaitan dengan kesempatan mereka untuk memperoleh informasi, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam berbagai lingkungan.

Menangkat tema ‘Declaring Deaf People’s Human Rights’, World Federation of the Deaf menyoroti hak asasi manusia teman Tuli. Orang dengar dapat ikut mendukung semangat tersebut dengan mendorong terciptanya akses komunikasi yang lebih inklusif di lingkungan sekolah, kampus, tempat kerja, fasilitas kesehatan, maupun ruang publik.

Hari Bahasa Isyarat Internasional dapat menjadi titik awal bagi Sobat Holopis untuk mengenal bahasa, budaya, dan pengalaman komunitas Tuli. Perayaan dapat dimulai dari mempelajari satu kosakata sederhana, kemudian dilanjutkan dengan membangun interaksi dan mendukung ruang komunikasi yang lebih mudah diakses.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU