Usai pertandingan, Daniel bersyukur atas capaiannya tersebut. “Terima kasih kepada Tuhan, bersyukur kami berdua tadi saling mengingatkan di permainan tadi, terus juga kami bilang ke satu sama lain, kalau enggak sekarang kapan lagi (juara), jadi kami mau memaksimalkan kesempatan yang sudah diberikan,” ucapnya, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Di sisi lain, Leo menerangkan kunci kemenangannya yaitu karena bisa menjaga komunikasi satu sama lain di atas lapangan. “Kami menjaga pola permainan dan kami menjaga komunikasi. Kami juga terima kasih sudah dibantu dengan tim pendukung, suporter dan semuanya alhamdulillah berjalan lancar,” katanya.
“Kan pertemuan terakhir kan alhamdulillah menang di Singapore Open, saya sama dia, jadi eh kayak lebih buat motivasi aja. Kalo enggak sekarang kapan lagi,” sambungnya.
Lebih lanjut, Leo menyampaikan bahwa capaian medali ini sangat berharga bagi dirinya dan Daniel, serta nama baik badminton Indonesia. “Ini medali yang sangat penting ya buat kita berdua buat keluarga buat seluruh Indonesia. Kita tahu kita disorot karena prestasinya turun,” jelasnya.
“Jadi ini buat yang teman-teman yang lain, kita semua juga berusaha keras kok atlet dengan dukung pengurus semuanya. Di Cipayung juga kita berlatih lebih keras dan pastinya banyak arahan yang untuk lebih semangat, harus berusaha lebih keras lagi aja sih,” imbuhnya.
Sebagai informasi tambahan, capaian yang diraih Leo/Daniel ini menandai berakhirnya perjuangan cabor badminton Indonesia di Asian Games 2026. Tercatat, dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu berhasil didapat.
Ada pun satu medali emas lainnya diraih badminton dari nomor beregu putra, kemudian beregu putri mendapatkan medali perunggu. Sementara satu perak didapat pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, lalu dua perunggu dari perorangan lainnya didapat Alwi Farhan (tunggal putra) dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (ganda putra).
Dengan demikian, Indonesia kini telah mengoleksi tiga medali emas, satu medali emas lainnya didapat dari cabor angkat besi atas nama Rahmat Erwin Abdullah dari nomor dari kelas 75 kg.
Dengan tambahan satu medali emas itu, Indonesia sekarang duduk di posisi 15 klasemen sementara medali, dengan mengoleksi 3 emas, tujuh perak dan 20 perunggu.



