Dua Pekan 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Dewan Pers Gelar Doa dan Solidaritas

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dua pekan sudah perairan Selat Sunda menyimpan tanda tanya atas keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu I yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Operasi pencarian resmi yang berlangsung selama 10 hari telah dihentikan pada Kamis (17/9), namun harapan keluarga agar mereka dapat kembali masih terus dijaga.

Harapan tersebut kembali disuarakan dalam acara ‘Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis’ yang digelar Dewan Pers di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (21/9). Acara tersebut dihadiri keluarga korban, insan pers, serta sejumlah pemangku kepentingan media.

Wakil Ketua Umum Dewan Pers, Totok Suryanto, mengatakan meski keberadaan kelima jurnalis tersebut hingga kini belum diketahui, mereka tetap dipandang sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk kepentingan pers dan masyarakat.

“Sampai saat ini, saya pribadi menyebut, karena kita tidak tahu apa namanya, mereka sekarang berada di mana. Yang bisa kita pastikan adalah mereka bekerja untuk kehebatan pers kita,” ujar Totok dikutip Holopis.com, dalam acara doa bersama di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (21/9).

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers sekaligus mantan Ketua Umum AJI, Abdul Manan, mengatakan musibah tersebut perlu menjadi bahan pembelajaran bagi dunia pers. Menurutnya, peliputan di wilayah konflik maupun bencana alam memiliki risiko besar bagi jurnalis.

“Kasus yang sekarang terjadi mungkin menunjukkan bahwa liputan di wilayah konflik, liputan bencana alam itu juga membawa risiko yang besar bagi wartawan,” kata Abdul Manan.

Abdul mengatakan perusahaan pers perlu membekali jurnalis dengan pengetahuan dan peralatan yang memadai sebelum ditugaskan meliput di wilayah berisiko. Ia juga menyoroti belum adanya pedoman khusus bagi jurnalis yang meliput di wilayah konflik. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu catatan bagi Dewan Pers.

“Takdir tidak bisa dilawan tapi nasib baik masih bisa diupayakan dengan persiapan itu,” ujarnya.

Ketua Komisi Penelitian dan Pendataan Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto, menyebut lima jurnalis yang hilang sebagai pahlawan pers. Menurutnya, mereka menjalankan tugas untuk mencari informasi mengenai kondisi di sekitar Gunung Anak Krakatau dengan mempertaruhkan keselamatan mereka.

“Kita sepakati bahwa teman-teman kita yang hilang ini kita sepakati sebagai pahlawan pers. Mereka berjuang mencari informasi tentang apa yang terjadi di Krakatau,” ujar Yogi.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Dewan Pers sekaligus mantan jurnalis foto, Maha Eka Swasta, mengatakan dirinya memahami risiko yang dihadapi jurnalis ketika menjalankan tugas di wilayah bencana. Maha mengatakan keberadaan jurnalis di lokasi bencana merupakan bagian dari tugas untuk menyajikan informasi aktual kepada masyarakat.

“Kalau ada yang menyatakan sesuatu. Itu daerah yang berbahaya. Kenapa ke situ. Itu adalah tugas dari Jurnalis,” kata Maha.

Ketua Dewan Pengurus Forum Pemimpin Redaksi, Retno Pinasti, turut menyampaikan apresiasi atas perjuangan lima jurnalis yang berupaya mendapatkan fakta dan bukti secara langsung untuk disampaikan kepada publik di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU