Kelas Menengah Menyusut, InFast Bestari Tawarkan Blockchain Jadi Solusi

0 Shares

Dengan mekanisme tersebut, insentif diharapkan lebih banyak berputar di ekonomi lokal dan tidak mengalir ke pasar keuangan maupun jaringan ritel besar.

Pengelolaan PBM nantinya, menurut skema tersebut, dilakukan oleh Koperasi Manajemen Aset. Lembaga ini bertugas menerbitkan token, memverifikasi penerima, serta menyalurkan insentif kepada jaringan gerai yang terdaftar.

Surplus yang diperoleh melalui skema bagi hasil dengan gerai kemudian dikelola Koperasi Venture Builder untuk direinvestasikan menjadi modal awal bagi koperasi produktif di sektor kreatif.

Model tersebut dapat diterapkan, antara lain, pada studio desain grafis yang dimiliki bersama para desainer, koperasi pengembang gim yang dimiliki programmer dan ilustrator, hingga unit riset dan pengembangan teknologi yang dikelola secara kolektif oleh para peneliti.

Dengan demikian, insentif konsumsi yang awalnya berfungsi menjaga daya beli diharapkan dapat berputar menjadi modal untuk menciptakan lapangan kerja baru.

“Insentif ini bukan sekadar suntikan dana. Ia dirancang untuk mengalir kembali menjadi modal bagi koperasi produktif sektor kreatif, sehingga tercipta ekosistem kerja yang layak dan membahagiakan, bukan lagi kerja informal yang rentan,” kata Yosie.

- Advertisement -

Data Ekonomi Dipantau Berkala

Untuk mengukur efektivitas program, dampak PBM akan dipantau secara berkala melalui pulse survey yang dikelola Koperasi Data milik anggota.

Setiap anggota menjadi bagian dari pengumpulan data, sementara hasil pengolahannya dapat dilanggan kementerian maupun lembaga yang membutuhkan data dengan tingkat granularitas tinggi.

Aspek perlindungan privasi juga menjadi bagian dari rancangan tersebut. Verifikasi data dirancang menggunakan teknologi kriptografi berbasis zero-knowledge proof (ZKP).

Teknologi tersebut memungkinkan pembuktian kelayakan suatu data tanpa harus membuka isi data kepada pihak lain, termasuk penyelenggara program.

Dikaitkan dengan Ekonomi Kreatif

Yosie menilai PBM dapat melengkapi agenda ekonomi kreatif nasional, termasuk Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045 yang menargetkan proporsi kelas menengah mencapai 20 persen pada 2029.

Menurut dia, jika kebijakan ekonomi kreatif selama ini lebih banyak berfokus pada penguatan sisi pasokan industri, PBM diarahkan untuk memperkuat sisi permintaan.

Instrumen tersebut mencakup daya beli, daya saing dan kesejahteraan pekerja industri kreatif, sekaligus mendorong kepemilikan pekerja terhadap usaha melalui model koperasi.

Melalui konsep itu, koperasi juga diharapkan memiliki citra yang lebih dekat dengan masyarakat perkotaan dan pekerja sektor kreatif.

Bagi Yosie, penguatan koperasi tidak sekadar menyangkut perubahan citra, tetapi juga membuka ruang bagi pekerja industri kreatif untuk memiliki dan mengembangkan usaha secara bersama melalui model koperasi yang menyesuaikan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU