Tiga Blok Dibangun di Lahan 2,2 Hektare
Sebagai langkah awal implementasi program, KAI melakukan groundbreaking pembangunan hunian terjangkau di kawasan Manggarai.
Proyek tersebut mencakup tiga blok, yakni Blok G, Blok H, dan Blok F.
Ketiga blok itu berdiri di atas lahan dengan luas total sekitar 2,2 hektare.
Pemilihan kawasan Manggarai juga menjadi salah satu poin menarik dari proyek tersebut. Lokasinya berada di kawasan perkotaan dengan akses terhadap jaringan transportasi publik.
Kondisi tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian tanpa harus terlalu jauh dari pusat aktivitas maupun akses transportasi.
Dengan begitu, hunian yang dibangun bukan hanya soal menyediakan tempat tinggal, tetapi juga mendekatkan masyarakat dengan fasilitas dan transportasi yang sudah tersedia.

Menurutnya, kebutuhan hunian di perkotaan tidak bisa dilepaskan dari persoalan akses. Rumah yang terjangkau akan semakin bermanfaat apabila masyarakat juga memiliki akses transportasi yang memadai.
Karena itu, pemanfaatan aset strategis KAI diarahkan agar tetap memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengganggu fungsi utama perkeretaapian.
“Semoga groundbreaking ini menjadi momentum bagi kita untuk memulai pengerjaan fisik hunian yang layak dan terjangkau, khususnya hunian di tengah kota bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sesuai dengan peraturan menteri yang telah dikeluarkan oleh Kementerian PKP,” pungkas Bobby.
Proyek hunian di Manggarai ini sekaligus menunjukkan bagaimana aset BUMN bisa diarahkan untuk mendukung program perumahan pemerintah, khususnya di tengah tingginya kebutuhan tempat tinggal di kawasan perkotaan.



