JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu (4/6) pagi.
Kenaikan ini terjadi setelah pelaku pasar merespons positif pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menyebut bahwa kebijakan tarif lebih bersifat sebagai strategi negosiasi.
IHSG tercatat naik sebesar 38,42 poin atau setara 0,55 persen ke level 7.083,24. Sementara itu, indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham berkapitalisasi besar turut menguat 5,86 poin atau 0,74 persen ke posisi 800,78.
Banyak Sentimen, IHSG Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (4/6) di rentang 6.980 hingga 7.100. Sentimen eksternal dan domestik disebut masih akan menjadi penggerak utama indeks hari ini.
Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa IHSG pada penutupan Selasa (3/6) melemah 0,287 persen ke level 7.044, setelah sempat berfluktuasi di zona hijau dan merah.
“Sentimen negatif antara lain masih berasal dari meningkatnya ketidakpastian perang tarif serta kekhawatiran akan dampaknya terhadap ekonomi domestik,” ujar Ratna dalam riset hariannya, dikutip Holopis.com.
Secara teknikal, ia mencatat bahwa indikator stochastic RSI menunjukkan laju penurunan yang mulai melambat. Namun, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) kini menunjukkan histogram berada di area negatif, menandakan potensi tekanan masih ada.
Meski demikian, IHSG sempat menembus level psikologis 7000 dan kembali menguat untuk bertahan di atas garis rata-rata (MA20) di sekitar 7022. Hal ini menjadi indikasi bahwa investor masih menahan diri dari aksi jual masif, sembari menunggu kepastian stimulus.
“Dengan demikian, IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada kisaran 6980 hingga 7100,” ujarnya.




