Hingga Oktober 2026, Danantara mengaku telah menyalurkan sekitar US$3 miliar ke pasar saham dan obligasi, baik di dalam maupun luar negeri. Lembaga tersebut juga berencana menambah investasi sebesar US$1 miliar hingga akhir tahun.
Sementara itu, Rani Piputri, Head of Public Investments PT Danantara Investment Management, sebelumnya menyampaikan bahwa Danantara berpeluang turun tangan ketika terjadi gejolak pasar yang dinilai hanya dipicu sentimen eksternal sementara.
“Jika terjadi krisis di pasar, dan kami merasa bahwa itu hanya berdasarkan sentimen eksternal yang bersifat sementara … kami mungkin akan turun tangan,” kata Rani Piputri.



