Dengan perkembangan itu, akumulasi penjualan bersih investor asing sepanjang 2026 mencapai Rp88,19 triliun.
Aksi jual asing menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati di tengah volatilitas pasar. Meski demikian, data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh tekanan IHSG semata-mata disebabkan oleh rencana perubahan klasifikasi MSCI.
Pergerakan harga saham juga dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi, persepsi risiko, likuiditas, serta keputusan investasi pelaku pasar.
BEI dan OJK Perkuat Koordinasi Jaga Kepercayaan Investor
Menghadapi gejolak pasar, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pemangku kepentingan memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas serta kepercayaan investor.
Konferensi pers bersama digelar di Gedung BEI pada Jumat (16/10/2026). Forum tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, Kapolri Suyudi Ario Seto, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi.
Jajaran direksi BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam kesempatan itu, OJK menegaskan komitmennya untuk memperketat penegakan hukum di sektor pasar modal. Langkah ini diarahkan untuk menjaga integritas pasar sekaligus memastikan perdagangan berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.
Respons regulator menjadi penting di tengah meningkatnya perhatian terhadap transparansi kepemilikan saham, tata kelola perdagangan, dan perlindungan investor. Aspek-aspek tersebut juga berkaitan dengan isu kelayakan investasi yang menjadi perhatian dalam konsultasi MSCI.
Di tengah volatilitas pasar, BEI juga melanjutkan upaya peningkatan literasi dan ketangguhan investor domestik.
Melalui kegiatan Ring the Bell for Financial Literacy 2026 pada Rabu (14/10/2026), dalam rangka World Investor Week (WIW) dan Bulan Inklusi Keuangan (BIK), BEI mengajak investor menghadapi dinamika pasar dengan tetap cerdas, waspada, dan tangguh.
Pesan yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah Stay Smart. Stay Alert. Stay Resilient.
Bagi investor, kondisi pasar yang bergejolak menjadi pengingat pentingnya memahami profil risiko, menilai fundamental emiten, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi, bukan semata-mata mengikuti kepanikan pasar.
Ke depan, perkembangan konsultasi MSCI hingga 30 April 2027, langkah reformasi yang ditempuh otoritas, serta pergerakan aliran dana investor akan menjadi sejumlah faktor penting yang perlu dicermati dalam menilai arah pasar saham Indonesia.



