HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gempa M7,1 mengguncang Jepang. KBRI memastikan sekitar 30.000 WNI di Kyushu dilaporkan aman.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026), memicu kekhawatiran terhadap keselamatan ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di wilayah terdampak.
Menanggapi situasi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo memastikan seluruh WNI yang terdata di kawasan tersebut dalam kondisi aman.
Hingga Selasa malam pukul 21.14 waktu setempat, KBRI Tokyo menyatakan belum menerima laporan adanya WNI yang menjadi korban akibat gempa kuat yang mengguncang wilayah Kyushu.
Pemantauan terus dilakukan seiring masih berlangsungnya proses evakuasi dan penanganan dampak bencana oleh pemerintah Jepang.
Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan jaringan komunitas WNI untuk memastikan kondisi para warga Indonesia di wilayah terdampak.
“Hingga saat ini pukul 21.14 waktu setempat, WNI di wilayah tersebut masih dilaporkan dalam kondisi aman,” ujar Muhammad Al Aula dalam keterangan resmi.
Berdasarkan data KBRI Tokyo, sekitar 30.000 WNI tinggal di wilayah Kyushu, sementara kurang lebih 5.000 orang berada di Prefektur Kumamoto yang menjadi lokasi paling terdampak gempa.
Karena itu, KBRI langsung mengaktifkan pemantauan intensif untuk mengantisipasi kemungkinan adanya warga yang membutuhkan bantuan.
Gempa berkekuatan M7,1 tersebut berpusat sekitar 20 kilometer di selatan Kota Kumamoto.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat guncangan mencapai intensitas maksimum level 7 pada skala seismik Jepang, menyebabkan bangunan berguncang hebat dan memicu kerusakan di sejumlah wilayah.
Selain merusak infrastruktur, gempa juga memicu kepanikan di pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto.
Bangunan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan serius disertai ledakan yang terjadi sesaat setelah guncangan utama.



