Masukan tersebut menyoroti pentingnya cara pemerintah menyampaikan kebijakan agar pesan yang disampaikan tidak sekadar sampai kepada masyarakat, tetapi juga mudah dipahami.
Komunikasi yang jelas dan terbuka menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman publik terhadap program-program pemerintah.
Mahasiswa Angkat Persoalan Karhutla
Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian dalam forum tersebut.
Khairir Yahya dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai menyoroti kondisi kualitas udara di wilayah Kalimantan selama Agustus hingga Oktober. Ia menyebut lebih dari 170 orang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah yang disorotnya.
Ia pun meminta pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menangani persoalan karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.
“Di Kalimantan itu kualitas udaranya sudah cukup parah, karena terhitung dari Agustus hingga Oktober lebih dari 170 orang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sana. Untuk menyelesaikan permasalahan kabupaten, perlu ada penyelesaian dari pemerintah, kita sebagai mahasiswa, dan juga masyarakat,” ujar Khairir.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa isu yang dibawa mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan komunikasi pemerintah, tetapi juga persoalan lingkungan dan kesehatan yang mereka temui di masyarakat.
Menteri Koperasi Jelaskan Peran Koperasi Desa
Dalam agenda yang sama, Menteri Koperasi Fery Juliantono turut berdiskusi dengan mahasiswa mengenai program pemerintah, termasuk penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ia menjelaskan bahwa koperasi tersebut diharapkan dapat membantu menyerap hasil produksi masyarakat, mulai dari sektor pangan hingga perkebunan.
“Fungsi dari Koperasi Desa Merah Putih ini adalah menjadi offtaker, menyerap, menampung hasil produk masyarakat, seperti tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, dan lain sebagainya,” ujar Menteri Fery.
Peran tersebut diharapkan dapat memperkuat penyerapan produk lokal dan membuka peluang bagi masyarakat desa untuk mengembangkan kegiatan ekonominya.
Dorong Mahasiswa Lebih Aktif
Indonesia Future Leaders Summit 2026 menjadi salah satu upaya Kemdiktisaintek memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda, khususnya mahasiswa yang aktif memimpin dan mengelola organisasi kampus.
Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kesempatan memperluas wawasan, tetapi juga berdialog langsung dengan pemangku kebijakan dan menyampaikan usulan berdasarkan persoalan yang mereka perhatikan.
Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek mendorong generasi muda mengembangkan kepemimpinan yang tidak berhenti pada gagasan, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.



