HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pengamat politik dan kebijakan publik Cecep Handoko, alias Ceko menilai pengangkatan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Republik Indonesia menunjukkan komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin ditempatkan sebagai bagian strategis dalam menghadapi perubahan ekosistem informasi.
Menurut Ceko, tantangan komunikasi pemerintah saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan program kepada masyarakat. Pemerintah juga dihadapkan pada perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dominasi platform digital, serta algoritma yang memengaruhi bagaimana informasi diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi publik.
“Pengangkatan Syahganda menunjukkan bahwa komunikasi pemerintah membutuhkan figur yang memiliki jaringan kuat di dunia aktivisme sekaligus memahami perkembangan teknologi informasi. Hari ini persoalannya bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga bagaimana menghadapi AI dan algoritma platform digital,” ujar Ceko, Minggu (4/10/2026).
Ia mengatakan pemerintah perlu membangun konsensus dengan berbagai pemangku kepentingan di ekosistem digital. Hal itu dinilai penting agar perkembangan algoritma dan AI tidak menjadi ruang yang justru mendistorsi informasi mengenai kebijakan maupun program prioritas Presiden Prabowo.
“Jangan sampai program pemerintah yang sebenarnya memiliki tujuan baik justru dipersepsikan berbeda karena permainan algoritma, potongan informasi, atau konten yang diproduksi AI. Pemerintah harus mampu hadir di ruang digital dengan informasi yang cepat, akurat dan mudah dipahami masyarakat,” katanya.
Ceko menilai Syahganda memiliki modal berupa jaringan aktivisme dan pengalaman dalam dinamika sosial-politik yang dapat menjadi bagian dari kekuatan komunikasi pemerintahan.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dengan berbagai kelompok masyarakat.
“Syahganda merupakan figur yang memiliki perjalanan panjang di dunia aktivisme dan memiliki kedekatan serta loyalitas politik kepada Presiden Prabowo. Dalam konteks komunikasi pemerintahan, jaringan dan pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dengan berbagai kelompok masyarakat,” ujar Ceko.
Lebih lanjut, Ceko menilai Bakom ke depan tidak cukup hanya berfungsi sebagai institusi penyampai informasi pemerintah.
Lembaga tersebut, menurut dia, perlu memiliki kemampuan membaca perubahan perilaku masyarakat, memahami ekosistem digital, sekaligus merespons perkembangan informasi secara cepat.
“Perang komunikasi pemerintah ke depan terjadi di ruang digital. Karena itu, kemampuan membaca algoritma, memahami AI, membangun jaringan komunikasi publik dan menjaga kredibilitas informasi akan menjadi sangat penting,” pungkas Ceko.
Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa aktivis senior Syahganda Nainggolan telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI).
Pelantikan dilakukan di Istana Negara Jakarta pada hari Kamis, 1 Oktober 2026. Penetapan Syahganda tersebut tertuang di dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106P tahun 2026 tentang pengangkatan kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.



