HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mobil listrik mungil BYD Racco mulai merambah pasar di luar Jepang. Namun, harga yang ditawarkan di Sri Lanka langsung mencuri perhatian: mencapai 11.450.000 rupee Sri Lanka atau sekitar Rp625 juta, jauh di atas harga jualnya di negara asal.
Menurut laporan CarNewsChina pada Jumat (16/10), Sri Lanka menjadi pasar pertama BYD Racco di luar Jepang. Mobil kei car ini juga dikabarkan akan segera masuk ke Makau, memperluas jangkauan mobil listrik mungil BYD di pasar setir kanan.
Di Jepang, BYD Racco dipasarkan dengan harga 2.140.000 hingga 2.497.000 yen, atau sekitar Rp244 juta sampai Rp285 juta. Sementara di Sri Lanka, harga perkenalannya mencapai sekitar Rp625 juta.
Dengan demikian, harga Racco di Sri Lanka sekitar 2,5 kali lipat dibandingkan harga awalnya di Jepang. Meski begitu, angka tersebut tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar otomotif Sri Lanka yang menerapkan bea masuk dan pajak tinggi.
Sebagai perbandingan, Toyota Yaris Cross bermesin bensin di negara tersebut dibanderol 19.950.000 rupee Sri Lanka atau sekitar 60.315 dolar AS.
Pejabat BYD Sri Lanka juga menyebut harga Rp625 juta tersebut merupakan harga perkenalan yang berlaku hingga 9 November. Setelah periode itu berakhir, harga mobil listrik mungil ini berpotensi naik.
BYD Racco pertama kali diperkenalkan di Jepang pada akhir Juli 2026. Mobil ini langsung mendapat respons pasar dengan mencatatkan 1.000 pemesanan hanya dalam waktu dua minggu setelah peluncuran.
Di Jepang, Racco tersedia dalam tiga varian, yakni 200, 300 Plus, dan 300 Premium. Kehadirannya di luar Jepang menjadi langkah BYD untuk memperluas pasar mobil listrik berukuran mungil, khususnya di negara yang menggunakan konfigurasi setir kanan.
Desain Mengotak, Bisa Muat Empat Orang
Dari sisi desain, BYD Racco mengusung bentuk bodi mengotak yang menjadi ciri khas mobil kei car. Mobil listrik ini menggunakan sistem penggerak roda depan dengan dimensi panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm.
Jarak sumbu rodanya mencapai 2.520 mm. Meski memiliki bodi ringkas, Racco menawarkan empat tempat duduk dan bagasi berkapasitas 280 liter.
Mobil ini juga memiliki radius putar minimum 4,8 meter, yang berpotensi memudahkan pengemudi saat bermanuver di jalan perkotaan atau ketika parkir di ruang terbatas.
Jarak Tempuh Maksimal 320 Km
BYD menyediakan dua pilihan baterai lithium iron phosphate (LFP), masing-masing berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh.
Kedua pilihan baterai tersebut dipadukan dengan motor listrik berdaya puncak 47 kW atau setara 63 hp, serta torsi maksimum 160 Nm.
Untuk jarak tempuh, BYD Racco diklaim mampu melaju sekitar 210 km hingga 320 km, bergantung pada kapasitas baterai yang digunakan. Angka maksimal 320 km mengacu pada pengujian berdasarkan standar WLTC.
Dengan dimensi kompak, kapasitas empat penumpang, dan jarak tempuh hingga 320 km, Racco menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan. Tantangannya, harga di setiap negara akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan pajak, bea masuk, dan strategi penetapan harga dari BYD.



