Bukan Cuma Lampu, PLTS Bikin Nelayan Pulau Terluar Bisa Pakai Cold Storage

0 Shares

“Karzaman, nelayan Pulau Sembur, Batam, Kepulauan Riau, merasakan manfaat listrik 24 jam yang sebelumnya sulit dinikmati warga. Dahulu, anak-anak kesulitan mengerjakan PR dan mengaji pada malam hari karena keterbatasan penerangan; kini mereka dapat belajar, mengaji, dan bermain dengan lebih nyaman,” ceritanya.

Tak hanya penerangan, listrik dari PLTS memungkinkan warga mengoperasikan cold storage dan mesin pembuat es.

Fasilitas tersebut membantu nelayan menjaga ikan hasil tangkapan tetap segar lebih lama. Warga juga tidak perlu terlalu bergantung pada pasokan es dari pulau lain.

“Bagi masyarakat Pulau Sembur yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, pasokan listrik dari PLTS juga dapat mengoperasikan cold storage dan mesin pembuat es. Fasilitas ini memudahkan nelayan menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan, memperoleh es dengan harga lebih terjangkau, serta mengurangi kesulitan mencari es dari pulau lain,” jelasnya.

Pulau Rengit Kurangi Genset

Manfaat PLTS juga dirasakan warga Pulau Rengit, Belitung.

Sudarto, salah seorang warga setempat, merasakan perubahan setelah PLTS berkapasitas 78 kilowatt peak (kWp) beroperasi di wilayah tersebut.

Sebelumnya, masyarakat sangat bergantung pada genset berbahan bakar minyak. Kondisi itu membuat kebutuhan bahan bakar menjadi salah satu pengeluaran yang harus diperhitungkan warga.

Dengan hadirnya PLTS, ketergantungan terhadap genset berbahan bakar minyak mulai berkurang.

Cerita lain datang dari Pulau Tiga atau Nusa Telu di Maluku Tengah.

Sebelum PLTS beroperasi, masyarakat di wilayah tersebut hanya mendapatkan listrik dari mesin diesel mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIT.

Kini, pasokan listrik tersedia sepanjang hari.

Qodari menyebut Hania, salah seorang warga, bisa melakukan aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan pada siang hari karena tidak ada pasokan listrik.

“Kini, listrik tersedia sepanjang hari. Hania dapat menonton televisi dan mendengarkan musik pada siang hari, sesuatu yang dulu tidak mungkin dilakukan. Listrik 24 jam juga memudahkan pekerjaan rumah tangganya, terutama untuk menggunakan mesin cuci dan pompa air listrik,” lanjutnya.

Bukan Sekadar Lampu Menyala

Menurut Qodari, pengalaman di tiga pulau tersebut menunjukkan dampak akses energi bisa jauh lebih luas daripada sekadar penerangan.

Listrik ikut berkaitan dengan aktivitas belajar anak, pekerjaan rumah tangga, kebutuhan nelayan, biaya hidup hingga produktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU