Artinya, susunan kementerian yang akan berada di bawah koordinasi Bahlil masih bisa bertambah seiring penyelesaian struktur kelembagaan.
Kemenperin Bisa Ikut Masuk
Selain ESDM dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Bahlil memberi sinyal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga berpotensi masuk dalam koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Alasannya berkaitan erat dengan agenda hilirisasi yang sedang didorong pemerintah. Hilirisasi, kata Bahlil, tidak bisa dilepaskan dari industrialisasi karena sektor industri menjadi instrumen untuk menciptakan nilai tambah.
“Yang mungkin ada satu dua kementerian lagi yang terkait dengan hilirisasi. Kalau kita bicara hilirisasi kan kita bicara industrialisasi, karena instrumen daripada hilirisasi untuk mencapai nilai tambah ya industri. Mungkin juga, mungkin ya, mungkin Kementerian Perindustrian,” pungkasnya.
Dengan struktur yang masih dalam tahap penyusunan, pembagian tugas dan kementerian yang berada di bawah Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi masih menunggu keputusan final pemerintah.



