Hendra mengatakan pengaruh perubahan batas harga minimum terhadap IHSG cenderung terbatas karena pergerakan indeks lebih banyak dipengaruhi saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar.
Selain kapitalisasi pasar, arah IHSG juga dipengaruhi oleh aliran dana asing, nilai tukar rupiah, suku bunga serta sentimen pasar global.
Dengan demikian, dampak terbesar dari perubahan batas harga Rp50 menjadi Rp1 kemungkinan lebih terasa pada saham-saham berharga rendah.
Di sisi lain, BEI berharap kebijakan tersebut dapat menghidupkan kembali likuiditas saham yang selama ini stagnan di level Rp50.



