Bagi petani, persoalan pertanian tidak berhenti ketika panen berhasil dilakukan.
Hasil produksi juga harus memiliki akses pasar, didistribusikan secara efisien, dan memberikan nilai ekonomi yang memadai.
Karena itu, pengelolaan rantai pasok dan pemasaran menjadi bagian penting dalam membangun usaha pertanian yang berkelanjutan.
Meski demikian, rekam jejak akademik Alim belum otomatis menggambarkan kebijakan yang akan dijalankannya setelah masuk pemerintahan.
Arah kontribusinya sebagai Wamentan akan terlihat melalui pelaksanaan tugas dan koordinasinya dengan jajaran Kementerian Pertanian.
Alim kini bergabung dengan jajaran pimpinan Kementerian Pertanian di tengah agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong swasembada pangan.
Ia akan mendampingi Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa.
Pembagian tugas di internal kementerian akan menentukan ruang lingkup tanggung jawab masing-masing dalam mendukung pelaksanaan program pertanian.
Pengalaman Alim dalam manajemen, agribisnis, dan rantai pasok menjadi bekal profesional yang relevan untuk memasuki lingkungan kerja pemerintahan.
Namun, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan perencanaan, tetapi juga pelaksanaan kebijakan yang berdampak pada petani, produksi, distribusi, dan akses pasar.
Pelantikan Alim sebagai Wamentan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 42M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024–2029.
Peralihan dari kepemimpinan perguruan tinggi ke pemerintahan menandai babak baru perjalanan Alim Setiawan Slamet.
Kini, publik akan menantikan bagaimana pengalaman akademik dan keahliannya di bidang agribisnis dapat berkontribusi dalam mendukung agenda pertanian nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.



