Sebelum dikenal sebagai rektor, Alim telah menempati sejumlah posisi strategis di IPB University.
Ia memulai karier akademiknya sebagai dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB.
Perjalanan kariernya berlanjut ke lingkungan pimpinan kampus.
Alim pernah menjabat sebagai asisten rektor pada 2007 dan Kepala Kantor Sekretariat Rektor pada 2013–2014.
Pada 2018–2023, ia dipercaya menjadi Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier.
Setelah itu, Alim menjabat Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumber Daya dan Infrastruktur pada 2023–2025.
Puncak perjalanan kariernya di kampus terjadi ketika Majelis Wali Amanat IPB menetapkannya sebagai rektor pengganti antarwaktu pada Desember 2025.
Ia melanjutkan periode kepemimpinan 2023–2028 untuk menggantikan Arif Satria yang mengundurkan diri setelah diangkat menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Namun, masa kepemimpinannya di IPB mendapat babak baru setelah ia dipilih untuk mengisi posisi Wamentan.
Status jabatan rektornya setelah pelantikan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dicermati dalam proses peralihan tugasnya.
Selain mengajar dan memimpin perguruan tinggi, Alim juga meneliti berbagai persoalan agribisnis.
Sejumlah publikasinya membahas preferensi konsumen terhadap buah lokal dan impor, akses petani sayuran skala kecil ke jaringan ritel modern, serta pengelolaan risiko rantai pasok pepaya.
Topik-topik tersebut memperlihatkan ruang lingkup kajiannya yang tidak hanya berhubungan dengan kegiatan produksi, tetapi juga pemasaran dan distribusi hasil pertanian.



