HOLOPIS.COM, JAKARTA – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar mengganggu jarak pandang, tetapi juga bisa berdampak serius terhadap kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk mengurangi paparan asap dan segera memeriksakan diri jika mulai merasakan keluhan kesehatan.
Paparan asap dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi mata dan kulit, hingga memperburuk penyakit kronis. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan ekstra.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menjelaskan bahwa dampak asap karhutla bisa dirasakan melalui berbagai gangguan kesehatan, tidak hanya pada saluran pernapasan.
“Asap karhutla tidak hanya berdampak pada saluran pernapasan, tetapi juga menyebabkan iritasi mata dan kulit serta memperburuk penyakit kronis,” ujar Widyawati.
Paparan asap perlu diwaspadai, terutama ketika kualitas udara memburuk. Partikel dan zat pencemar yang terkandung dalam asap dapat mengganggu kesehatan, terlebih jika seseorang terpapar dalam waktu lama.
Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu memperhatikan kondisi udara sebelum beraktivitas di luar rumah.
4 Langkah untuk Mengurangi Risiko Paparan Asap
Kemenkes mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap karhutla.
1. Kurangi aktivitas di luar ruangan
Batasi kegiatan di luar rumah, terutama ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat. Jika tidak mendesak, tunda aktivitas yang membuat tubuh terpapar asap secara langsung.
2. Gunakan masker saat harus keluar rumah
Apabila perlu beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya. Pastikan masker terpasang dengan baik agar perlindungannya lebih optimal.
3. Jaga kondisi tubuh
Pastikan kebutuhan istirahat dan asupan cairan terpenuhi, serta tetap menjaga kesehatan selama kondisi udara memburuk. Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga yang lebih rentan.
4. Segera periksa jika muncul keluhan
Jangan mengabaikan gangguan kesehatan setelah terpapar asap. Jika mengalami keluhan, segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Anak-anak hingga Lansia Perlu Perlindungan Ekstra
Kemenkes secara khusus mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap paparan asap.
“Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus,” lanjut Widyawati.
Kelompok tersebut perlu mendapat perhatian lebih selama karhutla berlangsung. Keluarga di wilayah terdampak juga sebaiknya memantau kondisi kesehatan mereka dan membatasi paparan asap sebisa mungkin.
Apabila muncul keluhan seperti sesak napas atau gangguan pernapasan yang berat, segera cari pertolongan medis.
Kemenkes Perkuat Upaya Perlindungan Warga
Kemenkes menegaskan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menghadapi dampak karhutla.
“Perlindungan kesehatan masyarakat adalah prioritas pemerintah. Kemenkes bersama pemerintah daerah terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan sehingga dampak kesehatan dapat diminimalkan,” kata dia.
Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tidak mengabaikan kondisi kualitas udara dan mengikuti imbauan kesehatan yang berlaku.
Mengurangi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, serta segera memeriksakan diri ketika mengalami keluhan menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap karhutla.



