HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026), dengan anjlok 678,6 poin atau 11,57% ke level 5.185,1.
Pelemahan masif ini terjadi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit akibat penurunan indeks lebih dari 8%.
Berdasarkan data BEI, tekanan jual mendominasi perdagangan saham sepanjang hari. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 10 saham menguat, sementara 775 saham melemah dan 10 saham stagnan.
Aktivitas transaksi tercatat mencapai 68,61 miliar saham dengan nilai sebesar Rp 32,01 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 2,13 juta kali transaksi.
IHSG Tetap Tertekan Setelah Trading Halt
Penghentian sementara perdagangan dilakukan BEI pada Jumat pagi setelah IHSG merosot lebih dari 8%. Kebijakan trading halt tersebut berlangsung selama 30 menit sebelum perdagangan kembali dibuka.
Namun, pencabutan penghentian sementara itu belum mampu meredam tekanan pasar. IHSG justru melanjutkan penurunan hingga ditutup melemah 11,57% ke level 5.185,1.
Dominasi saham yang melemah menunjukkan tekanan jual terjadi secara luas di pasar saham domestik. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap harga saham, meskipun data tersebut belum cukup untuk memastikan penyebab seluruh aksi jual investor.
Pengumuman MSCI Jadi Sorotan
Tekanan terhadap IHSG muncul setelah penyedia indeks global, MSCI, memulai konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market.
Perubahan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena klasifikasi indeks global dapat memengaruhi pertimbangan investor internasional dalam menentukan alokasi investasi pada suatu negara.
MSCI menyampaikan keputusan akhir mengenai usulan perubahan klasifikasi tersebut akan diumumkan paling lambat pada akhir Juni 2027. Selama masa konsultasi, MSCI juga dapat menyampaikan perkembangan terbaru berdasarkan masukan dari pelaku pasar.
Dengan demikian, status klasifikasi pasar Indonesia masih dalam tahap konsultasi dan belum menjadi keputusan final.



