Anthony Budiawan Sebut Ekonomi Indonesia Semakin Tertinggal dari Vietnam

1 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menilai Indonesia semakin tertinggal dari Vietnam dalam pembangunan ekonomi.

Menurutnya, perbedaan laju pertumbuhan, kinerja ekspor, struktur industri, hingga tingkat kemiskinan menunjukkan adanya kesenjangan arah kebijakan ekonomi kedua negara.

Anthony menyoroti pertumbuhan ekonomi Vietnam yang mencapai 9,95 persen pada kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan 8,81 persen pada kuartal II dan 8,15 persen pada kuartal I tahun ini.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,61 persen pada kuartal I dan melambat menjadi 5,29 persen pada kuartal II 2026. Adapun data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal III belum tersedia dalam pernyataan tersebut.

“Vietnam tumbuh hampir dua kali lipat Indonesia, dan jaraknya melebar,” kata Anthony, Senin (12/10/2026).

Ia menilai kesenjangan tersebut tidak sekadar menggambarkan perbedaan angka pertumbuhan, tetapi juga mencerminkan perbedaan strategi pembangunan ekonomi yang ditempuh kedua negara.

Anthony juga membandingkan kinerja perdagangan luar negeri Indonesia dan Vietnam selama Januari hingga Agustus 2026.

Berdasarkan data yang disampaikannya, nilai ekspor Vietnam mencapai 374,84 miliar dolar AS atau meningkat 22,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor Indonesia tercatat sebesar 193,64 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan 4,74 persen.

Dengan demikian, nilai ekspor Vietnam hampir dua kali lipat ekspor Indonesia. Anthony juga menyoroti perbedaan tambahan nilai ekspor kedua negara, yakni sekitar 69 miliar dolar AS untuk Vietnam, berbanding 9 miliar dolar AS untuk Indonesia.

Menurutnya, perbedaan tersebut berkaitan erat dengan struktur produk yang dijual kedua negara ke pasar internasional.

Ekspor manufaktur Vietnam mencapai 337,99 miliar dolar AS atau sekitar 90,2 persen dari total ekspornya. Adapun ekspor manufaktur Indonesia disebut mencapai 159,55 miliar dolar AS.

Anthony menilai Vietnam telah menjadikan produk manufaktur sebagai penopang utama ekspor, sedangkan Indonesia masih bergantung pada komoditas beserta produk turunannya.

“Vietnam menjual produk manufaktur. Indonesia masih menjual komoditas dan turunannya,” ujarnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU